Istilah Belanda Depok, Muncul Dari Ejekan di KA

Istilah Belanda Depok, Muncul Dari Ejekan di KA

HarianDepok.com, Belanda Depok adalah sebuatan bagi orang asli Depok. Siapakah orang asli Depok itu?

Yano Jonathans, salah seorang anggota dari Yayasan Cornelis Chastelein (YLCC) mengatakan bahwa masyarakat adat asli Depok adalah orang-orang yang pertama kali menetap di Depok. Awalnya, mereka adalah budak Chastelein Cornelis, pemilik yang memiliki Depok.

150 budak dibagi menjadi 12 marga, yaitu Bacas, Isakh, Jacob, Jonathans, Josep, Laurens, Leander, Loen, Samuel, Soedira, Tholense dan Zadokh. Mereka ini terdiri dari berbagai kelompok etnis yang berbeda, antara lain, Minahasa, Benggala India, Timor dan Bali.

Ketika ia (Chastelein) meninggal pada tanggal 28 Juni 1714, ia meningglakan surat wasiat yang berisi telah membebaskan semua budak dan seluruh tanah milik harta bendanya diserahkan kepada budak di Depok.

Karena bertahun-tahun hidup dalam lingkungan budaya Belanda, mantan budak mengadopsi gaya hidup Chastelein Belanda. Mereka juga fasih berbahasa Belanda. Ini adalah awal dari julukan Belanda Depok muncul.

Yano mengatakan, pada tahun 1876, ketika KA Bogor-Jakarta pertama kali beroperasi, anak-anak yang bersekolah di Jakarta, Depok menggunakan kereta sebagai transportasi mereka. Pada saat itu, SMA di Depok belum ada, jadi para siswa Depok harus melanjutkan studinya di Jakarta.

Di kereta, seorang pemuda Depok berbicara dengan sesama anak-anak lain Depok dalam bahasa Belanda. Hal ini terkenal karena teman-teman sekelasnya dari Bojong Gede dan Bogor, yang notabene tidak bisa berbahasa Belanda.

“Teman-temannya dari Bojong Gede, Bogor, mendengar berbicara, dan kemudian datang bahasa Belanda digunakan bahwa lelucon: Belanda Depok, ayah tuan cempedak” tutur Yano.

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)

One Response

  1. Ini Alasan Rumah Peniggalan Koloni Belanda di Depok "Menghilang" - Harian Depok3 years ago

    […] kota yang sumpek dan penuh dengan kebisingan. Rumah yang dihuni oleh penduduk asli Depok atau Belanda Depok, kini kian jarang […]

    Reply

Leave a Reply