Kekecewaan JJ Rizal Pada Sistem Kepemerintaahan di Depok

Kekecewaan JJ Rizal Pada Sistem Kepemerintaahan di Depok

HArianDepok.com – Berita , Depok, sementara memiliki populasi terbesar dari orang Betawi, selalu multi-budaya. Sejak tahun 1980 ketika Universitas Indonesia (UI) kampus dipindahkan ke Depok, menjadi lebih multi-budaya. Selain UI, Depok juga rumah bagi Gunadharma, Nurul Fikri dan Bina Sarana Informatika (BSI) universitas: itu adalah sebuah kota intelektual.

JJ Rizal, seorang sejarawan asli Betawi mengkritik sebuah spanduk yang terpasang foto Nur Mahmudi Ismail.

“Jadi bayangkan betapa konyolnya memiliki poster berukuran raksasa dari Nur Mahmudi di seluruh kota mengatakan warga Depok untuk ‘Kembali ke karakter nasional kita dengan makan dan minum dengan tangan kanan Anda’. Wow, dibutuhkan seorang jenius untuk memikirkan ide cemerlang seperti itu!” ucap JJ Rizal saat ditemu wartawan.

Begitu besar kekecewaan Rizal dengan administrasi Nur Mahmudi bahwa ia memutuskan untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Februari 2015 untuk walikota Depok.

Tunggu! Itu tidak semua. Depok saat ini juga memiliki reputasi sebagai kota kedua yang paling korup di Indonesia, serta menjadi yang paling kotor. Bahkan ada sebuah halaman komunitas Facebook yang ditujukan untuk prestasi ini (facebook.com/DepokKotaTerkotor)!

Rizal dan beberapa rekan intelektual, juga warga Depok, berkumpul untuk mendata semua bentuk masalah, potensi, solusi dan tindakan yang mungkin dapat kota ambil. Juga sambil mencari sosok yang mereka rasa bisa menjadi sebagai calon alternatif.

Sementara kubu PKS, mayoritas calon walikota Depok berasal dari PKS. Nur Mahmudi berada di ketua pertama sebenarnya PKS ‘ketika didirikan pada tahun 1998 sebagai sebuah partai Islam dengan koneksi ke Ikhwanul Muslimin di Mesir.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: