Curhat Sorang Buruh Mcd Saat Labor Day

Curhat Sorang Buruh Mcd Saat Labor Day

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Guadalupe Rungel, pekerja migran di Amerika Serikat merasa cemas dan khawatir jika pekerjaan yang diberikan tampaknya akan segera berakhir. Hal ini bukan karena perusahaan akan melakukan PHK besar-besaran maupun penurunan ekonomi yang dialami Amerika dalam beberapa tahun terakhir, tapi Rungel merasa tidak nyaman pada system kerja di perusahaannya saat ini.

Rungel setiap hari bekerja dengan rentan waktu 11 jam di gudang, dan sering pula ia kerja terus menerus sampai 90 hari. Dia mengatakan bahwa perusahaannya tidak pernah memberikan bayaran lebih. Bahkan uang lembur, yang biasanya diberikan tidak pernah ia terima.

Mengingat dari fakta tersebut, akhirnya Rungel bergabung dengan ratusan pekerja lain untuk memperkarakan masalah gaji yang dianggap tidak adil bagi para pekerja kerah biru seperti dirinya.

Hingga akhirnya tuntutan itu menyebar ke seluruh Amerika Serikat, para pekerja menuntut kenaikan upah minimum dan penghapusan jam kerja yang berlebihan. Pengacara Companion pekerja menyebut bahwa perusahaan adalah “Pencuri gaji.”

Pernyataan lain muncul di David Weil, seorang ketua divisi gaji dan jam kerja di Departemen Pekerja Federal US, ia mengatakan bahwa gelombang pemotongan gaji terjadi sebagai akibat dari perubahan mendasar dalam struktur usaha nasional. Peningkatan operator waralaba, kontraktor, dan agen yang menyebabkan gaji dari pekerja mengalami stagnasi. Dan sebagai hasilnya, David Weil mengatakan, perusahaan besar akan bebas “menutup mata” pada kejahatan macam ini.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok