Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Depok Tuai Kontroversi

Anggaran Pelantikan Anggota DPRD Depok Tuai Kontroversi

HarianDepok.com – Berita , Anggaran pelantikan anggota DPRD Kota Depok Jabar untuk periode 2014-2019 mendapatkan banyak kritikan. Dana sebesar Rp. 300 juta, yang dipersiapkan dianggap berlebihan.

Ahli Politik dari Universitas Indonesia, Reni Suwarso mengatakan pemborosan tersebut seharusnya tidak disetujui. Ini melihat kondisi keuangan kota masih kurang.

“Di tengah orang-orang yang masih hidup di bawah garis kemiskinan harusnya melakukan penghematan. Presiden yang kemarin terpilih saja menekankan penghematan, tapi Pemerintah Kota Depok dan DPR malah enak-enakan melakukan pemborosan,” katanya,.

Menurut dia, peresmian anggota DPRD itu dapat dilakukan dengan sederhana. Layaknya melakukan ramah tamah dengan jajaran eksekutif. Sebaliknya, penekanan dalam peresmian perwakilan pelatihan orientasi rakyat.

“Lebih baik anggaran digunakan untuk membuat pembelajarannya hukum, pengembangan penganggaran, dan bagaimana menghadapi media. Sama dengan rasa syukur mengartikulasikan warga,” kata Rini.

Selain itu, kata Rini, ketika anggaran dibagi 50 orang berarti bahwa legislator akan menerima Rp 6 juta dari APBD untuk pelantikan. Dan tersebut juga tidak termasuk biaya investasi untuk menjelaskan tugas Dewan sebagai wakil dari buku yang diberikan..

“Nah, jika anggaran tersebut digunakan untuk anggaran subsidi silang makan itu bagus dijalankan. Nah jika digunakan dan dihapus lagi anggaran untuk kebutuhan lainnya bisa sangat boros. Bagaimana program lain yang membutuhkan lebih banyak anggaran apakah dana yang cukup dalam anggaran,” katanya.

Jadi Rini berharap, pemerintah kota Depok dan DPR harus bertindak dalam kaitannya dengan pemborosan anggaran.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)