BNP2TKI Gagalkan 500 TKI Ilegal di Batam

BNP2TKI Gagalkan 500 TKI Ilegal di Batam

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) telah menggagalkan upaya untuk mengirim sekitar 500 tenaga kerja ilegal ke Malaysia dari Pelabuhan International Batam Centre.

“Sejak Rabu, kami telah menangkap sejumlah TKI dari berbagai daerah yang mencari pekerjaan secara ilegal di Malaysia. Kebanyakan dari mereka tak memiliki apa-apa kecuali paspor dengan mereka,” kata Kepala BNP2TKI Gatot Abdullah Mansyur di Batam.

Operasi itu diperintahkan dalam upaya untuk membendung keberangkatan meningkatnya TKI ilegal dari Pelabuhan Internasional Batam Hang Nadim, yang menjadi salah satu jalur pilihan untuk mencari pekerjaan di luar negeri.

“Para pekerja ilegal yang telah kita tangkap, kecuali Papua,” kata Mansyur.

Pelabuhan di Batam dan Tanjung Pinang merupakan daerah perbatasan dengan Malaysia dan Singapura, yang sering digunakan oleh imigran gelap dari Indonesia.

“Banyak dari mereka diselundupkan ke Batam oleh para pedagang, yang kemudian mengirim mereka ke tujuan akhir mereka melalui pelabuhan Batam,” kata Mansyur.

TKI yang ditangkap akan diarahkan ke perusahaan distributor TKI resmi untuk menyelesaikan dokumen administrasi mereka, jika mereka ingin terus mencari pekerjaan yang sah di luar negeri.

“Mereka perlu untuk memenuhi semua persyaratan administrasi untuk mendapatkan Identitias Kartu Tenaga Kerja dan menandatangani kontrak kerja, sehingga hak-hak mereka dijamin dan dilindungi,” kata Mansyur.

Dengan demikian, otoritas pelabuhan harus terus ditingkatkan untuk menemukan TKI ilegal, yang sering merugikan negara. Mansyur mengatakan bahwa ia telah bertemu dengan Wakil Kepala Kepolisian Kepulauan Riau, Kombes Pol. Richard Marlon Lumban Tobing untuk memantau keberangkatan TKI illegal.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)