Keindahan Situ Rawa Besar Kian Luntur Oleh Sampah

Keindahan Situ Rawa Besar Kian Luntur Oleh Sampah

HarianDepok.com – Berita , Situ dengan luas sekitar 13 hektar yang terletak sekitar satu setengah KM dari kantor walikota Depok, Situ Rawa Besar kini sudah tak asik lagi. Dari kantor walikota di Jalan Margonda Depok ke Rawa Besar, kita bisa melewati Jalan Arif Rahman Hakim.

Sekitar dua ratus meter dari jembatan Arif Rahman Hakim, ada sebuah gang dengan busur mengatakan “Pintu Masuk Situ Rawa Besar”.

Jalan untuk mengaksesnya hanya bisa dilalui sepeda motor. Rawa Besar dikelilingi oleh permukiman. Di utara dan timur, pemukiman semi permanen yang kumuh, sementara sisi lain adalah perumahan.

Setelah ditelusuri, pemandangan pertama yang menarik perhatian adalah tumpukan sampah yang meliputi empat meter persegi yang terletak di tepi sudut situ. Karena lokasinya di tepi itu, tidak sedikit limbah yang masuk ke dalamnya.

Sepanjang jalan sekitar lima puluh meter, tampak lima orang sedang memancing. Di tengah danau, terlihat dari kejauhan, ada dua orang yang juga memancing di rakit.

“Hampir setiap hari, menghabiskan waktu luang sendiri daripada menganggur. Ikannya sich nggak banyak,” kata Sutardi, warga RT 5 RW 3 Kembang Lio.

Tidak jauh dari Sutardi dan empat tetangganya yang sedang memancing, anak-anak berenang tanpa busana. Tawa riang dan sesekali pertengkaran adu mulih terdengar dengan jelas.

Menurut Harni, warga RT 5/3, Kembang Lio yang tinggal di tepi sana, anak-anak berenang di sana setiap hari, dan kemarin itu dua anak terkena pecahan kaca di bagian bawah.

“Renang dilura kan bayar, lah disini kan gratis,” kata Aldi siswa kelas 1 SMP, sambil memperbaiki pelampungnya yang terbuat dari gabus.

Aldi juga mengatakan, setiap kali setelah mandi di sana, selalu mandi kembali di rumahnya yang berada di dekat situ.

Gambaran Situ Rawa Besar kini semakin suram dan tak terkendali. Padahal potensinya sangat besar jika dijadikan objek wisata keluarga.

[AndriIdaman/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)