Kebangkitan Buku-buku Sastra Jawa di Era Modern

Kebangkitan Buku-buku Sastra Jawa di Era Modern

HarianDepok.com – Entertaiment , Antusiasme pada publikasi sastra Jawa saat ini kian meningkat. Seorang peneliti sastra Jawa dari Surakarta, Dhanu Priyo Prabowo, melihat situasi yang sama dengan era keemasan sastra Jawa selama periode 1960-1980.

Selama itu, literatur Jawa sering terjual habis karena mereka ditulis oleh penulis yang disukai oleh pembaca, seperti Tamsir AS, Poerwadi Atmohdiharjo, Suparto dan Lesmaniasita.

Dalam beberapa tahun terakhir, publikasi telah meningkat meskipun fakta bahwa sebagian besar buku Jawa yang diterbitkan sendiri oleh penulis. Menurut catatan Dhanu, literatur Jawa yang diterbitkan pada tahun 2012 jumlahnya meningkat menjadi 25 judul dan sampai Agustus 2014 ada 10 judul yang sudah diterbitkan. Segera, akan ada lima buku lainnya yang diterbitkan oleh Pamarsudi Sastra Jawi Bojonegoro.

“Kami secara rutin menerbitkan buku jawa setiap tahun untuk menginspirasi penulis muda,” kata JFX Hoery, Ketua Pamarsudi Sastra Jawi.

Menurut Tiwiek, seorang penulis yang baru saja menjual 200 eksemplar, pembaca masih cenderung melihat penulis ketika memutuskan untuk membeli literatur Jawa. Misalnya, menurut Tiwiek, novel-novel yang ditulis oleh penulis senior Suparto mudah dijual di pasar. Toko buku besar seperti Gramedia masih ingin menampilkan buku Suparto karena nama terkenalnya.

Tiwiek menyarankan kepada para penulis pemula untuk bergabung dalam komunitas menulis seperti Triwida di Tulungagung, Pamarsudi Sastra Jawi di Bojonegoro, dan Paguyuban Pengarang Sastra Jawa di Surabaya. Dengan cara ini, mereka bisa mendapatkan informasi tentang seminar atau pertemuan penulis sastra Jawa dan mereka bisa memasarkan buku-buku mereka dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

Dhanu percaya bahwa masih ada permintaan untuk sastra Jawa di pasar.

[EniGayoe/HD]

Tags:
author

Author: 

Penulis Konten - Author Di Harian Depok