Nazaruddin Sebut Any Yudhoyono Saat Sidang Kemarin

Nazaruddin Sebut Any Yudhoyono Saat Sidang Kemarin

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Mantan bendahara Partai Demokrat M. Nazaruddin, mengatakan bahwa Ibu Negara Ani Yudhoyono telah mencela Anas Urbaningrum mengenai kewajiban terhutang pada proyek Laboratorium di Universitas Negeri Malang (UNM) di Jawa Timur. Menurut Nazar, Ibu Yudhoyono menegur Anas melalui pesan teks, meminta mantan ketua Partai Demokrat untuk memecahkan masalah ini segera sebelum kebocoran isu ke media.

“Ani Yudhoyono tahu tentang peran Anas dalam proyek dari Mindo Rosalina Manulang (staf PT Anugerah Nusantara, yang dimiliki oleh Nazaruddin),” kata Nazar dalam kesaksiannya pada sidang untuk Anas Urbaningrum, tersangka dalam mega proyek Hambalang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/8).

Pesan teks diduga dikirim oleh Ibu Yudhoyono sebelum Partai Kongres Demokrat di Bandung pada bulan April 2010.

“Selesai,” kata Nazaruddin, menirukan pesan teks Ibu Negara ke Anas. Palmer Situmorang, pengacara hukum keluarga Yudhoyono, mengatakan bahwa ia tidak mengetahui tuduhan Nazaruddin.

“Saya baru saja kembali ke Jakarta. Saya harus menunggu konfirmasi klien saya mengenai dugaan,” kata Palmer.

Anas sedang diadili sebagai tersangka untuk kasus korupsi megaproyek Hambalang. Anas menerima Rp 85,5 milyar dan US $ 36,070 sebagai suap dari Nazaruddin. Dana tersebut tersedot dari APBN melalui Permai Group, induk perusahaan milik Nazaruddin. Anas dituduh menyalahgunakan posisi strategis di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk rig tender dalam berbagai proyek.

Nazaruddin juga telah bersaksi bahwa dana tersedot dibagikan kepada para pemimpin cabang regional dari Partai Demokrat selama Partai Kongres di Bandung Mei 2010 – yang telah dilaporkan kepada Presiden Yudhoyono sebagai ketua Pengawas Dewan Partai Demokrat. Anas membagikan dana kepada anggota kongres, yang kemudian memilihnya sebagai ketua Partai Demokrat.

“Insiden itu dilaporkan oleh Marzuki Alie dan Andi Mallarangeng,” ucap Nazaruddin.

[adm/HD]

Tags: