Kontras Ragu, Jokowi Bentuk Pengadilan HAM

Kontras Ragu, Jokowi Bentuk Pengadilan HAM

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) meragukan pernyataan dari wakil kepala tim transisi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Andi Widjajanto, yang menyatakan jika Jokowi dilantik sebagai presiden terpilih, mereka akan segera mengeluarkan peraturan pemerintah untuk memodifikasi peraturan tentang hak asasi manusia, terutama untuk membentuk pengadilan HAM.

Koordinator Kontras, Harry Azhar meragukan pernyataan Andi sejak dia mengaku telah bertemu dengan komisi membahas tentang penunjukan AM Hendropriyono sebagai anggota tim transisi pekan lalu.

“Kami ingin pernyataan langsung dari Jokowi, ini sangat penting untuk kasus-kasus yang hingga kini masih terabaikan,” kata Harry kemarin.

Dia juga meragukan komitmen Jokowi untuk membentuk pengadilan HAM adhoc karena itu hanyalah pernyataan dari Andi.

“Agak sedikit ragu memang, itu tercermin atas tindakannya dalam memasukan nama Hendro di jajaran kabinetnya. Ini tentu saja akan sangat mempengaruhi system kepemerintahan,” ucapnya.

Jika pengadilan benar-benar terbentuk, Harry mendesak Jokowi untuk mendorong pengacara untuk menuntut sejumlah jenderal yang telah diduga, antara lain tim transisi penasihat Jokowi dan juga mantan kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) AM Hendropriyono, pendukung Jokowi yang dari koalisi partai dan mantan Militer (TNI) komandan Indonesia Jenderal (Purn.) Wiranto, dan mantan komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Prabowo Subianto.

“Ada nama-nama yang telah kami siapkan mengenai masalah tempo dulu yang hingga kini belum tuntas,” tutupnya.

[adm/HD]

Tags: