5 Kota Sekunder Dengan Pertumbuhan Property Tertinggi di Indonesia

5 Kota Sekunder Dengan Pertumbuhan Property Tertinggi di Indonesia

HarianDepok.com – Properti , Pertumbuhan sektor properti yang terjadi di kota-kota utama dan ibukota provinsi di Pulau Jawa, juga menyebar ke kota-kota wilayah primer dan sekunder.

Menurut Anton Sitorus dari Head of Research JLL, pengembangan properti tidak bisa dihindari, karena terkait dengan stimulasi pertumbuhan ekonomi, serta meningkatnya daya beli.

“Pengembangan sporadis dan masif subsektor properti perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, hotel ini merupakan konsekuensi logis dari pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli. Karena persyaratan juga berubah dan tumbuh,” kata Anton, Jumat (22/8).

Mudah dimengerti, kinerja penjualan properti, terutama di perumahan tapak menjadi keuntungan pemasok (kontributor) terbesar pada pendapatan dari pengembang properti.

“Hanya sekarang yang paling kuat ketika cetak subsektor perumahan, itu tidak berarti bahwa sub-kantor dan apartemen tidak memiliki tempat di daerah ini, dan akan ada waktunya semua diserap oleh pasar. Sepanjang waktu, setelah semu nama kota modern pasti terus berkembang dan berubah sejalan dengan pertumbuhan kota,” kata Anton.

Perubahan dan perkembangan kota, beberapa di antaranya ditandai dengan pertumbuhan kecepatan tinggi dari harga tanah dan properti yang dibangun di atasnya.

Menurut Presiden Direktur PT Ciputra Surya Tbk, Harun Hajadi, meskipun berbeda, tingkat pertumbuhan harga tanah terjadi begitu cepat. Selama lima tahun, bisa mencapai 50 persen sampai 100 persen. Tergantung pada lokasi, jenis, dan ketersediaan transportasi umum.

Kota yang mengalami pertumbuhan pesat, baik dalam properti perumahan, pusat perbelanjaan, hotel, gedung perkantoran, serta menunjukkan kinerja kenaikan harga tidak lagi terbatas pada ibukota provinsi atau kota-kota besar.

Menurut Anton, ruang lingkup sangat luas. Termasuk kota-kota sekunder dan lingkungan. Bahkan, Ciputra Group, memanfaatkan momentum booming di properti dengan memasang 34 kota di seluruh Indonesia, termasuk ibukota dari lima kota sekunder, Palembang, Samarinda, Malang, Balikpapan dan Pekanbaru.

[MuhammadKhotib/HD]

Tags: