Pelaku Pemenggalan Wartawan AS, Diduga Pernah Tinggal di London

Pelaku Pemenggalan Wartawan AS, Diduga Pernah Tinggal di London

HarianDepok.com – Berita – Internasional , Para pemimpin Muslim Inggris mendesak masyarakat untuk menghubungi polisi jika mereka tahu identitas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan aksen London dalam video pemenggalan jurnalis Amerika beberapa waktu lalu.

“Kami mengutuk kekerasan psikopat yang dilakukan oleh ISIS, terlepas dari apakah itu adalah pada minoritas, penduduk sipil, dan Muslim,” tulis seorang Dewan Muslim Inggris dalam sebuah pernyataan, Jumat (22/8).

Dewan Muslim Inggris merupakan payung Muslim terbesar di Inggris. Mereka juga keberatan dengan dugaan infiltrasi ekstremisme dalam komunitas mereka.

“Kami terkejut oleh pembunuhan mengerikan James Foley, seorang wartawan yang awalnya pergi ke daerah itu untuk mengekspos pelanggaran hak asasi manusia oleh rezim Suriah,” lanjutnya.

Penasihat Dewan, Iqbal Sacranie, telah mengirimkan permintaan kepada mereka yang mengenali anggota ISIS tersebut ke polisi.

Pada hari Rabu (20/8), Perdana Menteri David Cameron mencatat tersangka berbicara dengan aksen bahasa Inggris dalam video tersebut adalah salah satu dari ratusan orang yang bergabung dengan kelompok perlawanan di Suriah.

Analis keamanan Eropa mengatakan bahwa anggota ISIS yang memenggal kepala Foley memiliki aksen London. Penekanan ini menimbulkan hipotesis bahwa orang tersebut pernah hidup di Inggris untuk waktu yang lama.

Sebuah kabar mengatakan bahwa seorang mantan sandera yang berhasil bebas dari ISIS, mengidentifikasi pria berkasen London tersebtu merupakan pemimpin dari tiga warga Inggris yang mengawal sejumlah orang asing di Raqqa, wilayah timur Suriah.

“Tampaknya mereka bertiga menggunakan nama pangginal dari gurp band The Beatles, yakni John, Paul, dan Ringo,” tulis BBC.

[adm/HD]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)