Pemerintah Masih Pertimbangkan Harga Rokok Rp 50.000 Per Bungkus

Pemerintah Masih Pertimbangkan Harga Rokok Rp 50.000 Per Bungkus

HarianDepok.com – Bisnis , Saat ini harga rokok di Indonesia masih sangat murah sekali. Sehingga banyak pihak yang bisa membelinya, termasuk keluarga yang kurang mampu sampai pelajar sekolah. Padahal merokok sendiri mempunyai dampak yang sangat buruk sekali untuk kesehatan. Terlebih jika meroroknya setiap hari dengan jumlah yang sangat banyak. Tentu bisa berakibat fatal pada tubuh. Bahkan tidak menutup kemungkinan kematian juga jauh lebih cepat.

Pihak pemerintah Indonesia mengaku sudah mendengar apa saja usulan dari masyarakat untuk menanggulangi masalah rokok yang terlalu banyak. Saat ini harga rokok diusulkan jadi Rp 50.000 per bungkus. Namun untuk merubah harga rokok tidak semudah itu. Semuanya harus disurvei dan disesuaikan dengan tarif cukai rokok. Karena yang dapat mempengaruhi naiknya harga rokok hanyalah cukai rokok ikut tinggi juga.

“Cukai rokok belum kami diskusikan lagi, tapi kami kan biasanya setiap tahun ada penyesuaian tarif cukainya,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (17/8/2016). Hingga saat ini harga rokok masih di bawah Rp 20.000. Bahkan pembeli juga bisa membelinya dengan satuan dan yang pasti harganya lebih terjangkau. Hal inilah yang jadi salah satu penyebab kenapa banyak sekali perokok aktif di Indonesia.

Mulai dari anak kecil, pelajar, remaja, dewasa, dan juga orang tua ikut serta menikmati rokok setiap hari. Bahkan dari yang kurang mampu hingga yang kaya juga ikutan. Lagi pula dampak kesehatan menurun dari rokok tidak dapat dirasakan secara langsung. Semua itu baru akan terasa beberapa tahun kemudian. Memang saat merokok sangat nikmat, namun kenikmatan itu hanya sementara dan yang pasti nanti bakal sengsara.

Dari hasil studi yang dilakukan Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany dan rekan-rekannya, mereka menemukan fakta bahwa ada kaitannya antara harga rokok dengan jumlah perokok. Itu artinya para perokok aktif ini bakal berhenti merokok kalau harganya naik dua kali lipat lebih banyak.

Sebelumnya mereka sudah mensurvei 1.000 orang, hasilnya 72 mengatakan mau berhenti merokok jika harganya di atas Rp 50.000. Pemerintah juga akan terus meninjau masalah cukai rokok setiap tahunnya. Banyak sekali indikator dan juga pertimbangan yang harus dipikirkan sebelum membuat keputusan tersebut, seperti kondisi ekonomi, permintaan rokok, dan perkembangan industri rokok.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok