Dua Remaja di Depok Ditangkap Polisi Karena Kedapatan Bermain Pokemon Go

Dua Remaja di Depok Ditangkap Polisi Karena Kedapatan Bermain Pokemon Go

HarianDepok.com – Berita , Entah sengaja atau tidak dua pemuda yang diketahui berinisial DG (20th) dan MS (17th) akhirnya harus berurusan dengan pihak Polresta Depok dikarenakan kedua remaja tersebut kedapatan tengah bermain game ‘Pokemon Go’ di depan ruang Satuan Intel (Satintel) Polresta Depok.

Mereka yang berprofesi sebagai Pegawai Harian Lepas (PHL) di Dinas Kebersihan, langsung digiring petugas ke ruang Satintel Polresta Depok guna dimintai keterangan lebih lanjut. Hal ini terpaksa dilakukan oleh petugas terkait atas adanya surat edaran yang telah dikeluarkan oleh Kapolri, Tito Karnavian yang menegaskan melarang permainan tersebut dimainkan di lingkungan markas kepolisian.

Kapolresta Depok, AKBP Harry Kurniawan mengatakan kedua remaja tersebut yang diketahui warga Sukmajaya, Depok pada saat kejadian bermaksud untuk membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) untuk keperluan dirinya bekerja. Namun, akibat adanya larangan bermain ‘Pokemon Go’ di dalam markas kepolisian, kedua remaja tersebut terpaksa digiring oleh petugas guna dimintai keterangan.

“Pada saat petugas meminta mereka untuk menunjukkan persyaratan pembuatan SKCK yaitu surat pengantar sampai dengan fotokopi identitas lainnya seperti KK dan KTP mereka tidak bisa menunjukkannya,” tuturnya, belum lama ini.

Setelah petugas usai memintai keterangan terhadap dua remaja tersebut, Polresta Depok akhirnya menyerahkan mereka ke Paminal Polresta Depok untuk dimintai keterangan kembali terkait penggunaan aplikasi berbasis game ‘Pokemon Go’ dari ponselnya di dalam lingkungan markas Polresta Depok. “Mereka masih kami selidiki apa motif yang melatar belakanginya. Apakah hanya sekedar iseng atau ada hal lainnya, masih kami dalami,” jelasnya.

Perlu diketahui bahwa, aplikasi game ‘Pokemon Go’ di Indonesia sendiri sampai dengan saat ini belum resmi diluncurkan dikarenakan ada beberapa pertimbangan akibat permainan tersebut yang diantaranya terjadinya serangan malware yang dapat memudahkan pihak ketiga untuk mengakses lingkungan sekitar dan mengetahui letak atau kondisi suatu lingkungan.

Apabila hal tersebut terjadi, baik di lingkungan kepolisian ataupun di instansi penegak hukum lainnya dapat berdampak kepada rawannya ancaman bahaya dari luaran. Belum lagi dengan dampak negatif lainnya yaitu bisa menimbulkan kurangnya kewaspadaan dalam berlalu lintas pada saat memainkan game tersebut yang dapat menimbulkan kecelakaan.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: