Modus Tanya Alamat Berujung Pencurian Kini Marak Terjadi di Depok

Modus Tanya Alamat Berujung Pencurian Kini Marak Terjadi di Depok

HarianDepok.com – Berita , Maraknya kasus pencurian dengan kekerasan di sejumlah tempat keramaian kota di wilayah kota Depok sampai dengan saat ini menasi salah satu permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh pihak terkait dalam memenuhi kewajibannya mengayomi dan melindungi masyarakat dari berbagai macam tindak kejahatan.

Berbagai kegiatan pengamanan kota mulai dari dilancarkannya patroli kesejumlah tempat dan operasi yang dilakukan secara rutin juga menjadi salah satu upaya pihak kepolisian kota Depok dalam menekan tindakan kriminal yang ada.

Meski demikian, pelaku kejahatan masih saja ada yang nekat dan melancarkan aksinya di beberapa wilayah kera0maian kota seperti kasus pencurian yang dialami oleh anak dari Lailatul Hasanah (42th) yang melaporkan para pelaku ke pihak yang berwajib atas penodongan yang dialami oleh anaknya sehingga terpaksa harus kehilangan ponsel kesayangannya.

Menindaklanjuti akan adanya laporan tersebut, pihak kepolisian pun langsung menyelidiki dan mencari informasi terhadap para pelaku yang diketahui berinisial RP (22th) dan MSA (16th) yang kerap melakukan aksinya dengan modus berpura pura menanyakan alamat kepada calon korbannya yang tengah sendirian. Kedua pelaku pun tak sungkan sungkan menodongkan senjata tajam apabila keinginannya tidak dituruti oleh korban.

Kepala Bidang, Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Awi Setiyono mengatakan bahwa modus pelaku yang digunakannya tersebut terbilang cukup klasik dan marak terjadi di sejumlah kota. Oleh sebab itulah dirinya telah berkoordinas dengan pihak terkait memperkuat pertahanan mencegah terjadinya tindak kriminal dan kejahatan dengan melakukan penambahan pasukan patroli dan razia ke sejumlah tempat.

“Modus yang digunakan oleh para pelaku terbilang cukup klasik dan marak terjadi di sejumlah kota. Kedua pelaku ini diketahui mengaku telah melakukan aksinya di sejumlah tempat yang biasa dilakukan di wilayah Tapos, Depok. Hasil curian mereka biasanya dijual di satu counter ponsel yang sama,” tuturnya, Senin (25/07/2016).

Dari keterangannya, kedua pelaku yang kini telah diamankan petugas telah berhasil melancarkan aksinya beberapa kali dengan menggunakan senjata tajam berupa celurit guna memkasa para korbannya untuk menuruti kemauan para pelaku. Mereka ini juga terbilang cukup nekat karena apabila korban tidak menuruti kemauannya, mereka tidak segan segan melukai korbannya dengan menggunakan senjata yang dimilikinya.

“Pelaku telah diamankan berikut dengan sejumlah barang bukti hasil curian yaitu sepeda motor milik pelaku yang biasa digunakannya untuk beraksi, dua unit ponsel, sebuah senjata tajam berjenis celurit dan sebuah kunci kontak. Pihak kamipun kini masih terus menyelidiki kasus tersebut, apakah ini sebuah organisasi atau apa,” jelasnya.

Kedua pelaku kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata hukum. Mereka terancam dengan pasal 365 KUHP mengenai pencurian dengan menggunakan kekerasan.

Melihat semakin maraknya tindak kejahatan dengan beragam modus yang dilancarkan oleh pelaku terhadap korbannya, Awi menghimbau kepada seluruh masyarakat agar dapat selalu bersikap waspada dan hati hati dalam menggunakan perangkat canggih disembarang tempat yang dapat memancing terjadinya kasus pencurian.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: