Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan, Tiga Remaja di Depok Tewas Secara Bersamaan

Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan, Tiga Remaja di Depok Tewas Secara Bersamaan

HarianDepok.com – Berita , Banyaknya korban jiwa akibat dari menenggak minum minuman beralkohol oplosan di wilayah kota Depok menjadi salah satu alasan bagi pihak Kepolisian kota Depok yang rutin melaksanakan kegiatan Operasi Cipta Kondisi di wilayahnya dengan harapan dapat menekan timbulnya korban akibat Minuman Keras (Miras).

Aparat Polsek Cimanggis, Depok yang belum lama ini melaksanakan kegiatan razia di wilayah hukumnya terhadap miras, berhasil mengamankan puluhan botol miras berbagai merk dan oplosan dari sejumlah tempat yang berada di Tugu Cimanggis, Depok. Selain ditujukan untuk menjaga wilayahnya dari gangguan kamtibmas, kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa yang belum lama ini telah melayangkan tiga nyawa warga kota Depok.

Kepala Polsek Cimanggis, Komisaris Polisi Agung pada saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan bahwa, operasi yang dilakukan oleh pihaknya belum lama ini sengaja dilakukan guna menindaklanjuti informasi yang didapatkannya dari beberapa warga yang mengatakan bahwa ada tiga orang warga kota Depok yang meninggal secara bersamaan usai menenggak minuman keras oplosan.

“Menurut laporan yang kami terima dari masyarakat bahwa ada sekitar tiga orang yang telah kehilangan nyawanya secara bersamaan di hari yang sama. Kuat dugaan bahwa mereka meninggal akibat minum minuman keras beralkohol yang sudah dioplos pada Jum’at 22 Juli 2016 kemarin. Oleh sebab itu kami segera laksanakan operasi penertiban ke sejumlah wilayah,” tuturnya, Senin (25/07/2016).

Menurut data yang dimilikinya, ketiga korban tersebut diketahui bernama Desi Ariwibowo, Dicky Firmansyah dan Mulyadi yang ketiganya adalah warga RW 04 dan RW 03 Kelurahan Tugu, Cimanggis, Depok yang diduga tewas usai menenggak miras oplosan. Namun pihak keluarga korban pada saat diselidiki petugas mengaki bahwa kematian para korban tersebut disebabkan sakit.

“Dari pihak keluarga masing masing korban mengaku bahwa kematian yang dialami oleh saudaranya tersebut bukan disebabkan oleh miras oplosan, melainkan sakit yang dideritanya. Ketiga korban tersebut sebelum meninggal sempat dirujuk ke Rumah Sakit Tugu Cimanggis guna mendapatkan penanganan medis secara intensif, namun korban tak tertolong dan meninggal,” katanya.

Diketahuinya korban pertama yang meninggal pada waktu itu adalah Desi Ariwibowo, menyusul Mulyadi yang juga mengalami hal serupa dan tak lama kedua korban meninggal, Dicky Firmansyah juga turut menghembuskan nafas yang terakhir. Ketiga korban meninggal sekitar pukul 16.00 WIB.

Agung menungkapkan kesulitan yang dialaminya dalam menindaklanjuti asal usul tewasnya ketiga korban tersebut disebabkan oleh keluarga korban yang amat tertutup dan ditambah lagi dengan tidak adanya saksi atas kejadian yang menewaskan Dicky, Mulyadi dan Desi pada waktu itu sehingga penyelidikan petugas tertahan.

“Keluarga korban sangat tertutup pada saat petugas memintai keterangan atas tewasnya ketiga korban tersebut. Mereka mengaku bahwa korban meninggal diakibatkan oleh sakit. Selain itu, pihak keluarha juga telah menulis surat pernyataan yang berisikan tidak akan menuntut secara hukum. Hingga kini, pihak kami masih menunggu rekapan medis dari pihak rumah sakit atas meninggalnya ketiga korban,” tandasnya.

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok