Walikota Depok Larang Siswa Siwi Sekolah Main Pokemon Go

Walikota Depok Larang Siswa Siwi Sekolah Main Pokemon Go

HarianDepok.com – Berita , Adanya dampak negatif yang ditimbulkan dari permainan Pokemon Go yang kini tengah dugandrungi oleh sejumlah negara termasuk di Indonesia membuat Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah mengambil langkah tegas dengan harapan dapat mencegah hal hal yang tidak diinginkan terjadi.

Perlu diketahui bahwa ada beberapa dampak buruk akibat kurangnya menempatkan diri terhadap permainan Pokemon Go yang diantaranya adalah melemahnya kesadaran diri terhadap keselamatan jiwa baik di jalan maupun di lingkungan tempat tinggal setempat dikarenakan tengah asyik mencari Pokemon. Selain daripada itu, privasi seseorang pun juga turut menjadi korban dari kegiatan bermain Pokemon Go sehingga permainan tersebut dianggap oleh pemerintah kurang memenuhi persyaratan.

Beberapa kota di tanah air pun sudah melakukan himbauan dan larangan terhadap permainan tersebut yang diantaranya adalah kawasan Ibukota DKI Jakarta dan kota Depok. Kebijakan ini sengaja diambil oleh pemerintah setempat dengan alasan kegiatan bermain Pokemon Go di jam jam tertentu dapat berakibat fatal serta mengganggu konsentrasi seseorang dalam melakukan pekerjaannya sehari hari.

Di wilayah kota Depok sendiri, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mencegah hal buruk terjadi akibat permainan tersebut telah melarang seluruh siswa siswi pelajar bermain Pokemon Go pada saat kegiatan belajar mengajar tengah berlangsung agar para siswa siswi dapat berkonsentrasi penuh dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya yaitu menimba ilmu sebanyak mungkin.

Walikota Depok, Idris Abdul Shomad pun dalam menanggapi permasalahan tersebut telah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok dan seluruh sekolah yang ada di Depok agar segera menyita ponsel siswa yang kedapatan tengah memainkan permainan tersebut pada saat jam belajar mengajar dimulai. Konsekuensinya apabila siswa siswi ketahuan bermain game disaat aktivitas sekolah berlangsung, maka ponsel miliknya akan diambil oleh pihak pengelola sekolah.

“Saya sudah instruksikan kepada seluruh instansi terkait baik itu Dinas Pendidikan sampai kepada sekolah yang ada agar melakukan tindakan tegas terhadap siswa siswi yang kedapatan tengah bermain Pokemon Go di jam belajar. Apabila ada siswa siswi yang ketahuan bermain game, maka konsekuensinya adalah ponselnya disitia lalu pihak sekolah akan memanggil orangtuanya untuk diberikan edukasi,” tuturnya, Jum’at (23/07/2016).

Idris mengaku bahwa hal tersebut terpaksa ia lakukan semata mata untuk mencegah dampak negatif yang ditimbulkan akibat memainkan permainan tersebut di saat jam jam belajar tengah berlangsung yang dimana dampak atau pengaruh yang ditimbulkan adalah kecanduan dalam bermain game yang melemahkan minat anak bangsa dalam menimba ilmu.

Selain daripada itu, Idris juga telah berkomunikasi dengan pihak Diskominfo kota Depok agar turut turun tangan mengatasi permasalahan tersebut sedini mungkin dengan cara memberikan edukasi ke sejumlah sekolah akibat dampak yang ditimbulkan terhadap game tersebut.

“Kami juga telah menginstruksikan Diskominfo agar terjun kelapangan memberikan edukasi dan sosialisasi akibat dampak yang ditimbulkan dari memainkan game ini,” tegasnya.

Selain telah menginstruksikan sejumlah instansi terkait, Idris pun juga menghimbau kepada seluruh orangtua agar dapat mengawasi anak anaknya dari dampak negatif yang ditimbulkan oleh game Pokemon Go dengan harapan dapat meminimalisir dan mencegah adanya sikap kecanduan bermain game baik di lingkungan tempat tinggal atau lainnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)