Perekonomian Kota Depok Melemah Akibat Adanya Migrasi Warga Dari Desa Ke Kota

Perekonomian Kota Depok Melemah Akibat Adanya Migrasi Warga Dari Desa Ke Kota

HarianDepok.com – Berita , Adanya kegiatan Migrasi sejumlah penduduk dari desa ke kota pasca diselenggarakannya hari raya Idul Fitri di setiap tahunnya menjadi salah satu permasalahan paling krusial yang wajib mendapatkan penanganan dan perhatian khusus dari pemerintah agar kegiatan tersebut dapat ditekan dengan harapan dapat meringankan beban suatu kota yang menjadi tumpuan harapan mereka untuk mendapatkan pekerjaan.

Hal ini tidak hanya terjadi di wilayah Ibukota DKI Jakarta yang dimana dalam setiap tahunnya selalu menjadi target utama warga pendatang untuk mengadu nasib, namun kini kegiatan migrasi pun melebar hingga ke kota penyangga seperti kota Depok yang kini menjadi tempat loncatan para warga pendatang untuk mencari pekerjaan.

Operasi yustisi pun kerap dilakukan di setiap kota tujuan terhadap warga pendatang, meski demikian, masih saja banyak warga pendatang yang nekad dan memberanikan diri untuk berupaya mencari pekerjaan di kota kota besar. Ini membuktikan bahwa upaya pemerintah dalam melaksanakan pemerataan lapangan kerja masih belum sepenuhnya terwujudkan. Terbukti dengan masih banyaknya warga dari desa yang berbondong bondong datang ke kota untuk mencari pekerjaan.

Ketua komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok, Mohammad H.B pada saat diwawancarai oleh awak media mengatakan bahwa adanya kegiatan migrasi warga pendatang baru dari desa ke kota amat sangat berpotensi menimbulkan permasalahan baru di sejumlah sektor seperti sektor sosial dan sektor perekonomian kota.

Selain berdampak kepada hal tersebut, lonjakan volume sampah pun juga diindikasikan dapat terjadi di suatu kota sehingga tak heran di setiap tahunnya jumlah sampah kota seperti kota Depok mengalami peningkatan ketimbang di tahun tahun sebelumnya.

Terlebih lagi dengan beban sampah yang sudah tak tertampung lagi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang keberadaannya kini sudah dianggap sudah tidak memenuhi lagi standar kelayakannya sehingga harus segera diantisipasi oleh pihak terkait dalam penanganannya.

“Pendatang baru dan penduduk yang belum memiliki KTP Depok amat berpotensi menimbulkan permasalahan baru di sektor ekonomi dan sosial,” tuturnya kepada awak media, Senin (19/07/2016).

Dampak lain yang ditimbulkan akibat adanya penambahan warga non permanen yaitu tingkat kemacetan arus lalu lintas di kota Depok yang bisa mengakibatkan tersendatnya roda perekonomian kota sehingga perkembangan dan pertumbuhannya menjadi terhambat. Oleh sebab itu perlu adanya tindakan strategis yang harus diambil secepatnya oleh pemerintah guna mengantisipasi terjadinya hal tersebut.

“Yang menjadi masalah utamanya adalah roda perekonomian kota yang dapat terhambat akibat meningkatnya jumlah pengangguran karena adanya migrasi penduduk dari desa ke kota. Dampak lain yang dapat dirasakan akibat hal tersebut adalah tingkat kemacetan yang semakin tinggi,” katanya.

Agar dapat meminimalisir terjadinya hal hal tersebut, Mohammad mengatakan perlu dilakukannya operasi yustisi secara keseluruhan yang juga mampu menghambat akan adanya para pelaku tindak kejahatan dan kriminal lainnya yang kerap meresahkan warga seperti aksi teror, gembong narkoba dan lainnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)