Kronologi Lengkap Pelarian Anwar Hingga Tertangkap Kembali

Kronologi Lengkap Pelarian Anwar Hingga Tertangkap Kembali

foto : okezone.com

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Anwar, narapidana pemerkosaan dan pembunuhan pada anak di bawah umur berhasil ditangkap usai melarikan diri dari Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat. Dalam pelariannya, ia sempat singgah di berbagai tempat, dari Pameungpeuk di pesisir selatan Jawa Barat hingga ke Jasinga, Bogor. Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono, pelaku kabur dengan menumpang truk dari mulai ke Tasikmalaya, Garut, Pameungpeuk, hingga kembali ke Bogor.

Dari keterangan yang dikumpulkan Polda Metro, Anwar kabur setelah berhasil mengelabui penjagaan di Rumah Tahanan Salemba. Ia menyamar sebagai wanita dengan mengenakan baju daster, kerudung hitam, lipstik, serta kacamata yang dibawakan istrinya, Ade Irma, pada Kamis (07/07/2016). Baju itu diberikan pada jam kunjungan pukul 14.00 WIB. Kondisi yang ramai membuat petugas jaga tak memperhatikan saat Anwar berganti baju di sana.

Anwar pun tak lupa menggambar stampel masuk Rutan di tangan kirinya dengan spidol biru. Ia pun berhasil lolos melewati empat pintu penjagaan. Begitu keluar dari Rutan, ia dan istri serta anaknya mencari bajaj. Mereka menyewa bajaj sebesar Rp 50 ribu menuju daerah Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sesampainya di tujuan pukul 15.00 WIB, Anwar langsung melepas penyamarannya. Ade Irma dan Anwar memutuskan memisahkan diri.

Ade pulang ke kontrakan mereka di daerah Bendungan Hilir dengan angkot. Sedangkan Anwar pergi ke rumah saudaranya, Heri, di sekitar Kebon Kacang dengan berjalan kaki. Di sana, ia diberikan uang Rp 50 ribu dari adik-adik Heri. Ia juga meminjam sweter dan topi dari Heri. Anwar memutuskan untuk pergi ke Bandung. Ia berangkat menggunakan bus Primajasa pada pukul 17.00 WIB dari Terminal Grogol, Jakarta Barat.

Sebelum berangkat, ia menjual dulu kerudung hitam dan celana hitam yang dijadikan alat penyamaran seharga Rp 50 ribu kepada orang tak dikenal. Pria 24 tahun itu baru sampai di Bandung pada pukul 05.00 pagi tanggal 8 Juli. Namun tak lama, ia langsung memutuskan untuk pergi lagi ke daerah pantai selatan Pameungpeuk di Garut, Jawa Barat. Ia mencari tumpangan truk yang ke arah sana. Dua hari dia istirahat dan tinggal di pesisir laut.

Pada 10 Juli 2016, Anwar kembali bergerak. Kali ini ia ingin pulang ke rumah orang tuanya di Kampung Jaya Baya, Barengkok, Bogor. Ia kembali mencari truk tumpangan dan sampai di kampung pada pukul 23.00 WIB. Anwar memutuskan menginap di rumah saudaranya, Wahyu. Tak lama ia tinggal di sana. Dua hari kemudian, Wahyu mengantarkan Anwar ke daerah Lebak Wangi.

Di sana Anwar tinggal di gubuk tak berpenghuni di tengah hutan kelapa sawit. Esoknya ia mencari tumpangan truk lagi ke arah Curug di Tangerang. Di Tangerang, Anwar sempat berusaha mencari pekerjaan di restoran. Ia menghubungi temannya, Apin, yang kebetulan bekerja di Restoran Pondok Bambu, Curug, Tangerang.

Di luar dugaan, pemilik restoran tahu bahwa Anwar adalah napi. Anwar mengurungkan niat dan memutuskan pulang ke rumah orang tuanya, di Kampung Jaya Baya. Ia sampai pukul 24.00 WIB. Ia memutuskan untuk tidur di rumah kakak kandungnya yang tak jauh dari rumah orang tuanya. Pada Kamis (14/07/2016), pukul 08.00 WIB, Anwar bangun dari tidurnya.

Namun kisah pelarian Anwar berakhir. Pukul 14.00 WIB, polisi berpakaian preman datang dan membekuk pria yang divonis seumur hidup itu. Saat ini Anwar berada di tahanan Resmob Polda Metro Jaya.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memutuskan meminjam Anwar dari Rutan Salemba, untuk dimintai keterangan terkait dengan aksi pelariannya. Ade Irma juga ditahan dengan dugaan membantu napi melarikan diri. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan dari hasil pemeriksaan itu, Polda akan membuat surat rekomendasi untuk Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok