Sebanyak 290 Unit Mobil Dinas Milik Pemkot Depok Diperbolehkan Dipakai Mudik

Sebanyak 290 Unit Mobil Dinas Milik Pemkot Depok Diperbolehkan Dipakai Mudik

HarianDepok.com – Berita , Maraknya kasus pencurian dan perampokan di rumah kosong yang ditinggal oleh pemiliknya untuk bermudik ke kampung halaman menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengantisipasi terjadinya kehilangan sejumlah aset miliknya yang salah satunya adalah kendaraan dinas yang biasa digunakan untuk bekerja oleh sejumlah pegawai pemerintah.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengizinkan seluruh pegawainya menggunakan mobil dinas masing masing untuk bermudik. Hal ini dikarenakan agar memperkecil resiko kemungkinan terjadinya kehilangan aset milik Pemkot Depok khususnya pada saat Lebaran.

Kepala  Bagian Humas Sekretariat Daerah Kota Depok, Nessi Wulandari mengatakan. Kebijakan ini resmi diturunkan usai mendapati adanya arahan pada apel pagi pada pekan lalu kepada sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) terkait liburan panjang yang sebentar lagi akan dirasakan.

“Menurut arahan yang kami terima, kendaraan dinas beroda empat diperbolehkan untuk digunakan bermudik. Namun harus digunakan oleh orang atau pegawai yang diberikan wewenang memegang tanggun jawab mobil tersebut. Jadi tidak boleh orang lain,” tuturnya, Senin (27/06/2016).

Dari arahan yang diberikan pada waktu itu, kendaraan dinas boleh dibawa untuk bermudik juga dimaksudkan agar dapat meminimalisir terjadinya kasus pencurian yang kerap terjadi pada saat arus mudik tengah berlangsung. “Alasannya ya untuk menjaga aset milik Pemkot) Depok agar tidak dicuri orang,” katanya.

Menurut data yang diperoleh darinya, bahwa ada sebanyak 290 unit mobil dinas yang dipinjamkan ke sejumlah pejabat dan beberapa anggota DPRD kota Depok untuk menunjang kinerja dan aktivitasnya sehari hari yang boleh dibawa untuk bermudik dengan syarat tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Harus yang diberikan wewenang. Ini dikarenakan, resiko dan kerusakan menjadi tanggung jawab si pengendara.

“Segala macam kerusakan yang terjadi pada mobil dinas menjadi tanggung jawab penuh si pemakai. Jadi hal ini harus benar benar diperhatikan,” jelasnya.

Kebijakan ini masih belum berubah semenjak kota Depok di bawah kepemimpinan Nur Mahmudi Ismail yang pada waktu itu juga telah memperbolehkan kendaraan dinas untuk dijadikan sarana untuk bermudik dengan alasan yang sama yaitu menjaga aset Pemkot Depok agar terhindar dari tindakan pencurian.

Kebijakan ini dipastikan belum berubah kecuali ada instruksi dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang melarang kendaraan dinas untuk bermudik. “Ya kalau ada keputusan dari pusat tentang larangan penggunaan kendaraan dinas untuk bermudik ya kita juga akan terapkan,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)