PPDB di Depok Tidak Memberlakukan Penggunaan SKTM

Displaying 13285451_1058483797565168_888806634_n.jpgDisplaying 13285451_1058483797565168_888806634_n.jpgDisplaying 13285451_1058483797565168_888806634_n.jpgDisplaying 13285451_1058483797565168_888806634_n.jpgPPDB di Depok Tidak Memberlakukan Penggunaan SKTM

HarianDepok.com – Berita , Maraknya praktek jual beli bangku sekolah pada musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2016 -2017 kali ini disikapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan tidak memberlakukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang biasa digunakan untuk hal tersebut.

Hal ini merujuk kepada adanya pernyataan dari Walikota Depok, Idris Abdul Shomad yang menyatakan bahwa untuk pelaksanaan PPDB kali ini, melarang keras akan adanya kegiatan titip menitip siswa dan praktek jual beli bangku sekolah yang dapat merusak tatanan dan aturan yang berlaku.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Depok, Herry Pansila mengatakan, bahwa pihaknya dalam upayanya mencegah hal tersebut agar tidak terjadi telah menginstruksikan kepada seluruh sekolah yang ada maupun pihak terkait agar selalu melaksanakakan PPDB kali ini dengan aturan dan tahapan yang sudah diberlakukan.

“Saya sudah tegaskan sejak beberapa minggu lalu bahwa kegiatan PPDB tahun 2016/2017 di Kota Depok harus bersih dari titip menitip, jual beli bangku dan surat sakti oknum anggota DPRD maupun lainnya hingga SKTM,” tegas Walikota Depok Muhammad Idris didampingi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Herry Pansila beberapa waktu lalu.

Dari penjelasannya, di era saat ini adalah era persaingan yang sehat dan bukan jamannya lagi memberlakukan SKTM yang kerap menjadi senjata para oknum nakal untuk melaksanakan kegiatan jual beli bangku sekolah dan titip menitip siswa.

Menurutnya bahwa di jaman yang telah berkembang cukup baik sampai dengan saat ini harusnya diimbangi dengan adanya upaya dan kerja keras dari generasi muda agar mereka dapat mampu bersaing dengan yang lainnya tanpa mengandalkan SKTM untuk mendapatkan pendidikan.

Selain membuat pada generasi muda tidak berkembang, kegiatan titip menitip dan jual beli bangku sekolah bisa berdampak kepada menumbuhkan sifat enggan untuk bekerja keras sehingga membuat mereka tidak memiliki kemampuan yang bisa diandalkan. “Upaya kami dalam mengkembangkan potensi generasi muda yaitu dengan tidak memberlakukan SKTM lagi yang kerap menjadi andalan masyarakat untuk masuk sekolah. Harus ikut ujian,” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: