Sepanjang Ramadhan, Jumlah Sampah di Depok Terus Meningkat

Sepanjang Ramadhan, Jumlah Sampah di Depok Terus Meningkat

HarianDepok.com – Berita , Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui SKPD nya terkait penanganan sampah di wilayah kota Depok sampai dengan saat ini, mencatat adanya volume kenaikan sampah pada Ramadhan yang diperkirakan meningkat sebesar 10 persen dari biasanya. Hal ini terlihat dari sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipayung sejak awal bulan Ramadhan sampai dengan saat ini.

Menurut data yang berhasil dihimpun oleh awak media bahwa dari total sampah yang dihasilkan oleh kota Depok dalam sehari mencapai 550 ton sampah. Namun, jumlah tersebut meningkat menjadi 726 ton setiap harinya sejak awal Ramadhan sampai dengan saat ini. Dari total sampah yang dihasilkan diperkirakan berasal dari sampah rumah tangga yang kebanyakan warga cenderung bersikap konsumtif.

Kepala Bidang Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Kusumo mengatakan, adanya peningkatan volume sampah kota sepanjang Ramadhan kali ini didominasi oleh sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga yang kebanyakan cenderung mengolah beragam varian sajian untuk dihidangkan sebagai santapan berbuka dan sahur sehingga jumlah sampah semakin meningkat.

“Selama Ramadhan, warga cenderung konsumtif, terlebih lagi pada saat menjelang waktu berbuka puasa hingga sahur. Terlebih lagi dengan banyaknya kaum ibu ibu rumah tangga yang menyajikan beragam makanan, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan lebih tinggi dari biasanya,” tuturnya, Kamis (23/07/2016).

Selain disebabkan oleh hal tersebut, meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan oleh kota Depok disebabkan juga oleh maraknya pasar tumpah dan para pedagang yang beralih menjual hidangan berbuka puasa sehingga menambah jumlah sampah di wilayah kota Depok. Jumlah tersebut diperkirakannya akan terus meningkat sampai dengan usainya hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah nanti.

“Jumlah sampah di kota Depok diperkirakan akan terus meningkat sampai dengan usainya perayaan Idul Fitri yang jatuh kepada tanggal 06 Juli 2016 mendatang. Selain disebabkan oleh adanya hari perayaan tersebut, meningkatnya jumlah sampah di kota Depok juga didasari oleh masih minimnya perhatian masyarakat akan kebersihan,” katanya.

Guna mengatasinya, Kusumo mengaku telah menyiapkan sebanyak 86 armada pengangkut sampah ke sejumlah lokasi lingkungan perumahan maupun jalan yang rawan akan adanya sampah liar untuk dipindahkan dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang biasa beroperasi mulai pukul 06:00 pagi sampai dengan pukul 17:00 sore hari.

Agar sampah tidak menumpuk, Kusumo juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait agar dapat mengoperasikan TPA Cipayung hingga 24 jam nonstop pada saat mendekati hari lebaran mengingat pada saat tersebut kondisi sampah diperkirakan akan meningkat tajam lebih daripada biasanya. “Saat ini, untuk satu unit armada pengangkut sampah, biasa beroperasi sampai dua kali pengangkutan,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa hingga sampai dengan saat ini, jumlah sampah kota Depok yang telah mencapai 1.200 ton per harinya terus diupayakan untuk diangkut oleh seluruh armadanya. Meskipun jumlah armadanya masih belum sesuai dengan besarnya sampah yang dihasilkan, namun pihaknya berusaha agar seluruh sampah di kota Depok dapat dibuang ke TPA Cipayung.

Kota Depok standarnya saat ini harus memiliki sebanyak 120 unit armada pengangkut sampah untuk menangani jumlah sampah kota Depok yang volumenya semakin meningkat hingga 1.200 ton per harinya. Walaupun DKP kota Depok hanya memiliki 86 unit armada pengangkut sampah saja, namun upaya terhadap menjaga kebersihan kota dari sampah, terus dimaksimalkan.

“Saat ini, pihak DKP mash kekurangan armada pengangkut sampah sebanyak 34 unit lagi. Namun yang ada saat ini, akan terus kami maksimalkan kekuatannya sehingga dapat mewujudkan kota Depok yang bersih dan nyaman,” katanya.

Meski ada beberapa lagi sampah yang belum dapat diangkut dengan menggunakan truk pengangkut sampah, namun pihaknya pun mengaku telah berkoordinasi dengan sejumlah masyarakat agar dapat memberdayakan bank bank sampah yang ada agar dapat mengolah sampahnya sendiri menjadi kompos ataupun barang yang bernilai ekonomis sehingga dapat mengurangi jumlah sampah yang dibuang.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: