Dinkes Depok Terjun Kejalan Guna Sidak Kelayakan Takjil Yang Dijajakan

Dinkes Depok Terjun Kejalan Guna Sidak Kelayakan Takjil Yang Dijajakan

HarianDepok.com – Berita , Maraknya para pedagang yang berjualan makanan berbuka puasa (Takjil) di wilayah kota Depok menjadi salah satu hal yang turut meramaikan nuansa bulan Ramadhan di tahun ini. Meski kehadiran mereka amat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan untuk berbuka, namun masyarakat dihimbau agar dapat lebih selektif dalam membeli Takjil sehat.

Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dan para konsumen dapat lebih nyaman dan aman dalam mengkonsumsi Takjil untuk diri dan keluarga.

Hal tersebut dilontarkan langsung oleh Kepala POM Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, May Haryanti yang meminta kepada seluruh masyarakat. Himbauan ini terkait akan maraknya para pedagang nakal yang dengan sengaja mencampurkan barang dagangannya dengan sejumlah zat kimia berbahaya demi meraup keuntungan semata.

Beberapa zat kimia berbahaya yang kerap dijadikan sebagai campuran di barang dagangannya diantaranya adalah, borax, formalin, rhodamin atau pewarna tekstil yang dapat merusak organ dalam seseorang yang mengkonsumsinya. Oleh sebab itulah May menegaskan kepada para konsumen agar selalu selektif dan berlaku hati hati dalam membeli sesuatu khususnya panganan olahan atau jajanan.

“Penggunaan formalin biasanya ada di tahu dan ikan asin, sedangkan untuk zat kimia borax ada di lontong atau bakso agar barangnya dapat awet melebihi batasan wajar. Sementara untuk pewarna tekstil kerap digunakan untuk mewarnai kerupuk, mie dan puding. Dikarenakan harganya yang relatif murah ketimbang perwarna makanan maka banyak pedagang nakal yang memanfaatkannya,” tuturnya, Minggu (20/06/2016).

Ia menjelaskan, perbedaan warna antara pewarna tekstil dengan pewarna makanan agak berbeda yang diantara berciri ciri pewarna teksil warnanya terang sedangkan pewarna makanan agak pudar. Untuk rasa, pewarna tekstil akan terasa pahit apabila dimakan, sedangkan untuk pewarna makanan tidak. Selain daripada itu, untuk masalah aroma, kerupuk yang menggunakan zat berbahaya berbau menyengat sedangkan yang alami atau yang menggunkan pewarna makanan aromanya tidak menyengat.

Selain dihimbau agar selalu bersikap selektif dalam membeli pangana olahan dan jajanan Takjil, konsumen juga dihimbau agar memperhatikan pula kebersihan akan panganan yang dijajakan oleh para pedagang yang rata rata para penjual takjil di pasar dadakan menjajakan barang dagangannya di pinggir jalan yang hanya menutup makanan dengan alat seadanya seperti plastik pembungkus atau koran.

“Faktor kebersihan juga harus diperhatikan, mulai dari penyajiannya yang menggunakan sarung tangan atau tidak, apakah makanannya tertutup rapat atau hanya sekedarnya saja. Itu yang juga harus diperhitungkan dalam membeli sehingga terhindar dari berbagai penyakit. Selain itu, penggunaan stereofoam untuk makanan yang panas juga harus dihindari,” katanya.

Guna mengantisipasi terkait permasalahan tersebut, May mengaku bahwa pihaknya akan segera terjun kelapangan guna memastikan agar seluruh jajanan atau Takjil yang diperdagangkan layak untuk dikonsumsi dan terjamin kebersihannya dengan harapan dapat menghindari konsumen dari dampak keracunan makanan.

“Kami pasti turun ke lapangan untuk mengecek takjil yang dijajakan penjual, pokoknya jangan sampai di bulan Ramadan ini ada yang keracunan takjil,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)