Penerapan Wajib Belajar 12 Tahun di Depok Masih Terkendala Oleh Minimnya Sarana dan Prasarana Pendukung

Penerapan Wajib Belajar 12 Tahun di Depok Masih Terkendala Oleh Minimnya Sarana dan Prasarana Pendukung

HarianDepok.com – Berita , Minimnya jumlah sekolah Menengah Pertama dan Tingkat Lanjutan Atas yang ada di wilayah kota Depok sampai dengan saat ini masih menjadi salah satu faktor penghambat kelancaran program Wajib Belajar selama 12 tahun yang dicanangkan oleh pemerintah guna membangun masyarakat Indonesia agar dapat lebih berkembang dan mampu bersaing dengan Sumber Daya Manusia (SDM) di luaran.

Selain menjadi salah satu kendala dalam merealisasikannya, program tersebut juga tidak berimbang antara pembangunan infrastruktur kota khususnya di bidang pendidikan dengan pesatnya perkembangan jumlah penduduk kota yang terus merangkak naik sehingga dikhawatirkan menjadi penyebab tingginya angka anak putus sekolah akibat kurangnya sarana dan prasarana pendukung.

“Kenapa tidak prihatin dengan kondisi pendidikan kita ini? Bayangkan, 120 ribu dari 287 ribu siswa peserta ujian nasional (UN) tingkat SD diprediksi tidak tertampung di SMPN. Begitu pun dengan siswa SMP yang UN sebanyak 26.957 orang hanya bisa tertampung 4.160 di SMA/SMK negeri,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Herry Pansila Prabowo, kepada Media Indonesia, kemarin.

Dari pemaparannya, angka tersebut diperkirakan setara dengan 5 persen dari total keseluruhan jumlah penduduk kota Depok yang sejak diresmikannya kota Depok sebagai kota Administrasi pada tahun 1999 silam sampai dengan saat ini sebesar 2,2 juta jiwa. Oleh sebab itulah hal tersebut harus mendapatkan penanganan khusus untuk ditanggulangi secepat mungkin.

Ia menjelaskan sampai dengan saat ini, gedung SMP Negeri yang ada di wilayah kota Depok baru sebanyak 26 unit, sedangkan SMA dan SMK Negeri baru sebanyak 13 unit saja yang hanya bisa menampung sebanyak ribuan lulusan siswa sekolah dari puluhan ribu siswa SMP yang lulus UN. Oleh sebab itulah Herry mengatakan perlu adanya pembenahan dengan membuat Sekolah Satu Atap (SSA).

“Kami sudah sampaikan masalah ini kepada Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad, termasuk alternatifnya. Hal ini untuk menghindari angka putus sekolah dan menyukseskan wajib belajar di Kota Depok,” tukasnya.

Diperkirakan pada tahun ini, Pemkot Depok bakal menambah delapan sekolah yang terdiri, 4 SMPN dan 4 SMAN dan SMKN dengan harapan dapat menekan angka siswa putus sekolah sehingga pemerintah bisa dengan mudah menerapkan kebijakan pemerintah pusat yaitu wajib belajar 12 tahun dengan baik.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)