Sebanyak 102 Unit Koperasi di Kota Depok Direkomendasikan Untuk Dibubarkan

Sebanyak 102 Unit Koperasi di Kota Depok Direkomendasikan Untuk Dibubarkan

HarianDepok.com – Berita , Ratusan koperasi yang ada di wilayah kota Depok dipastikan akan segera ditutup usahanya di tahun 2016 ini oleh petugas terkait. Hal ini disebabkan oleh maraknya usaha yang berbasis koperasi namun pada pelaksanaannya berbeda jauh dari apa yang sebenarnya seperti adanya praktik rentenir atau hal lainnya yang amat sangat memberatkan masyarakat.

Sebanyak 102 koperasi yang diketahui sudah tidak aktif lagi ini akan ditutup secara permanen oleh pihak Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar (DKUP) Kota Depok agar tidak terjadi kegiatan penyalahgunaan fungsi dari usaha koperasi tersebut. Pernyataan ini dilontarkan langsung oleh Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi, UMKM dan Pasar (DKUP) Kota Depok, Matteo da Silva belum lama ini.

“Pihak kami sudah mengajukan sebanyak 102 koperasi yang ada di kota Depok ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah untuk segera dibubarkan guna mencegah dan mengantisipasi terjadinya hal hal yang tidak diinginkan,” tuturnya, Selasa (14/06/2016).

Matteo menjelaskan, 102 unit Koperasi yang direkomendasikannya untuk segera ditutup ini diketahuinya sudah tidak aktif lagi sejak awal Januari 2016 ini. Oleh sebab itulah agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan disarankannya agar secepatnya untul dihapuskan atau dibubarkan.

“Di Depok, totalnya ada 639 koperasi. Dari jumlah yang ada 408 koperasi masih aktif dan 231 koperasi lainnya tidak aktif. Lalu dari 231 itu, 102 koperasi dipastikan dihapus karena sudah tidak menjalankan kegiatan sama sekali,” katanya.

Ia mengungkapkan, koperasi yang ada di wilayah kota Depok, terbagi dalam lima jenis yang diantaranya adalah koperasi simpan pinjam sebanyak 395 unit, koperasi konsumen sebanyak 160 unit, koperasi jasa sebanyak 25 unit koperasi produksi sebanyak 42 unit dan koperasi pemasaran sebanyak 17 unit.

“Dari 408 koperasi yang statusnya masih aktif, sebanyak 83 unit koperasi saja yang masih menjalankan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Selain banyak yang jarang menghadiri acara RAT, sejumlah koperasi pun juga banyak yang pengetahuannya di bidang koperasi minim sekali. Maka daripada itulah, kedepannya pihak kami akan memberikan edukasi dan pemahaman kepada mereka terkait usaha koperasi,”

Ia juga mengungkapkan alasannya merekomendasi ratusan koperasi yang ada di kota Depok untuk segera ditutup dikarenakan oleh kewenangan menutup atau membubarkan suatu usaha koperasi bukanlah berada di pihaknya, melainkan ada di Pemerintah Pusat sehingga dirinya merasa agak kesulitan dalam membenahi permasalahan tersebut.

“Kewenangan untuk membuka dan menutup koperasi seluruhnya ada di pemerintah pusat,” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: