DPRD Depok, Godok Raperda Ketahanan Keluarga Demi Mewujudkan Kota Depok Layak Anak

DPRD Depok, Godok Raperda Ketahanan Keluarga Demi Mewujudkan Kota Depok Layak Anak

HarianDepok.com – Berita , Maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak yang jumlahnya semakin meningkat setiap tahunnya membuat pemerintah Indonesia mengambil ancang ancang untuk memberlakukan hukuman kebiri kimia kepada para pelaku yang dimana nantinya hasrat birahi dan keinginan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya ditekan dengan harapan dapat memberikan efek jera kepada para pelaku.

Hukuman kebiri kimia inipun juga sudah santer dipakai di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan di Australia. Oleh sebab itulah hukuman tersebut direncanakan dalam waktu dekat ini akan segera direalisasikan kepada para pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Di lain pihak, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Depok pun tengah menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Ketahanan Keluarga menyusul akan adanya himbauan dari pemerintah pusat terkait permasalaham kejahatan seksual terhadap anak.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi D, Lahmudin mengatakan adanya Raperda terkait permasalahan kejahatan seksual terhadap anak juga dimaksudkan untuk mewujudkan kota Depok sebagai Kota Layak Anak dan untuk memperkuat implementasi RW Layak Anak.

Demi mewujudkannya agar dapat berjalan dengan baik, Lahmudin menghimbau kepada seluruh masyarakat agar turut serta membantu merealisasikan hal tersebut dengan cara mendidik dan mengawasi anak anaknya lebih optimal lagi sehingga dapat menekan terjadinya tindak kejahatan dan kekerasan terhadap anak yang kini marak terjadi.

“Kami miris melihat kasus pelecehan ataupun kasus penganiayaan terhadap anak. Harus berangkat darimana semua orangtua harus punya tujuan hidup yang jelas. Raperda Ketahanan Keluarga saat ini sudah tahap finalisasi. Raperda ini sejalan dengan pemerintah pusat yang menegaskan soal Perppu kebiri. Tujuannya lebih pada pembinaan terhadap keluarga,” tuturnya, belum lama ini.

Ia menjelaskan, apabila Perda tersebut sudah resmi dan disahkan oleh pihak terkait kedepannya akan membahas kembali bagaimana skema dan bimbingan dalam mendidik serta menjaga anak dengan baik. Baik itu di lingkungan tempat tinggalnya maupun di lingkungan sekolah.

“Kita menyadari ini semua juga terjadi karena ekonomi masyarakat masih dalam taraf rendah. Lalu masalah kebutuhan biologis dan keluarga tak harmonis mendorong terjadinya pelecehan seksual terhadap anak. Ketahanan keluarga primer semestinya tiap keluarga bentengi anak–anaknya. Bagaimana nanti Kementerian Agama melakukan penataran pra nikah. Lalu bagaimana menangani kasus hamil di luar nikah. Serta agar anaknya mendapat pendidikan yang layak,” jelasnya.

Oleh sebab itulah Lahmudin menyatakan perlunya Perda yang mengatur akan hal tersebut sedini mungkin dengan harapan dapat memberikan perlindungan kepada para generasi penerus khususnya anak anak di bawah umur yang kerap menjadi korban oleh para pelaku kejahatan anak.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)