Ratusan Warga Sawangan Demo Terkait Proyek Pembangunan RSUD Kota Depok

Ratusan Warga Sawangan Demo Terkait Proyek Pembangunan RSUD Kota Depok

HarianDepok.com – Berita , Sejumlah warga Sawangan Lama, Depok memprotes terhadap pembangunan gedung tambahan yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depok saat ini. Aksi protes tersebut ditenggarai oleh adanya janji yang dilontarkan kepada masyarakat setempat yang mengaku akan diberdayakan terkait pembangunan gedung tambahan RSUD Depok pada beberapa waktu lalu.

“Kegiatan pembangunan gedung tambahan RSUD di bagian belakang yang direncanakan berlantai enam dengan nilai Rp 102 miliar itu sama sekali tak ada memperhatikan kondisi dan lingkungan pemukiman setempat,” kata koordinator warga, H. Agus Supatman, belum lama ini.

Selain merasa diabaikan hak haknya, warga sekitar pun juga merasakan bahwa sampai dengan saat ini banyak sekali warga yang ingin bekerja di proyek pembangunan tersebut tidak tersalurkan dan tidak diberikan oleh pihak terkait sehingga mereka gagal mendapatkan uang tambahan guna memenuhi perekonomian keluarga.

Di lain hal, warga sekitar sebetulnya merasa amat senang terhadap adanya proyek pembangunan tambahan Gedung RSUD Depok yang sampai dengan saat ini baru terealisasikan kembali setelah sempat mengalami penundaan akibat gagalnya proses lelang yang digelar pasa beberapa waktu lalu.

Meski demikian aksi protes yang dilakukan oleh ratusan warga Sawangan terhadap pembangunan RSUD kota Depok berlangsung dengan tertib dan lancar. Mereka berjalan kaki mulai dari pos keamanan RW 07 menuju lapangan persis di depan kantor Kelurahan Sawangan yang berbatasan dengan proyek pembangunan RSUD dikawal sejumlah petugas Polres Depok dan Polsek Sawangan.

Menurut keterangan yang diberikan oleh Ketua RW 03, Kinoi dan Ketua RW 07, A.Kamaludin mengaku bahwa sampai dengan proyek pembangunan yang sudah berdiri diatas dua lantai pihak pengelola selalu berkelit bahwa mereka sudah mendapatkan izin dari pihak Distarkim kota Depok sehingga keluhan dan usulan warga sekitar tidak dianggao sama sekali.

“Tak hanya usulan dan saran saja yang diabaikan tapi keluhan warga berkaitan suara bising serta proyek dikerjakan 24 jam yang mengganggu masyarakat sekitar tak ditanggapi serius,” tambah Kamaludin yang mengaku sudah berulang kali minta diadakan pertemuan tapi pimpinan proyek (Pimpro) PT HK maupun Pemkot Depok tak pernah datang.

Kekecewaan mereka memuncak setelah adanya surat keluhan yang dilayangkan kepada Walikota Depok, Idris Abdul Shomad tidak mendapatkan tanggapan. Mereka mengancam akan menutup akses jalan keluar masuk kendaraan proyek apabila keluhan mereka tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak terkait

“Warga siap menutup akses jalan masuk untuk kendaraan yang akan membawa material atau barang-barang untuk proyek pembangunan. Kami hanya menagih janji Walikota Depok Muhammad Idris dan Wakil Walikota Pradi Supriatna untuk memberdayakan warga sekitar dalam berbagai proyek pembangunan dan lainnya saat masa kampanye dulu,” ujar Kamaludin.

Di lain pihak Lurah Sawangan, M. Sahal, yang datang saat melihat aksi demo warga di depan kantor kelurahannya tak memberikan komentar saat ditanya apakah ada rencana mempertemukan pihak pimpro PT HK dengan Pemkot Depok. “Biarin aja warga demo di situ,” ujarnya sambil berlalu.(***)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: