Pemkot Depok Manfaatkan Gas Sampah Untuk Hal Yang Bermanfaat

Pemkot Depok Manfaatkan Gas Sampah Untuk Hal Yang Bermanfaat

HarianDepok.com – Berita , Sampah Kota Depok yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung kali ini akan dimanfaatkan oleh Dinas Kebersihan san Pertamanan (DKP) Kota Depok untuk menghasilkan energi dengan memanfaatkan gas metana yang dihasilkan oleh pembusukan sampah. Gas metana yang keluar dari sisa atau residu sampah ini nantinya akan dimanfaatkan untuk memasak dan menjadi penggerak generator tenaga listrik.

Generator yang nantinya juga akan dimanfaatkan untuk menyiram tumpukan sampah pada saat musim kemarau ini diprakarsai oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) ini diharapkan mampu menghemat pengeluaran dan beban anggaran untuk menjalankan TPA Cipayung.

Peneliti Utama Bidang Persampahan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Firman L Sachwa menjelaskan, bahwa dalam pengaplikasian teknologi tersebut, akan berpatokan kepada pengambilan gas metana yang dimana dapat dimanfaatkan sebagai salah satu energi alternatif dengan cara menanamkan pipa dengan motor threat power ke dalam sumur sedalam lima meter.

“Pipa dirangkai dan telah dilengkapi dengan motor treat power dan dimasukkan ke dalam sumur yang telah dibuat sedalam lima meter. Hal tersebut bertujuan agar gas metan naik ke atas dan airnya turun ke bawah sehingga kita bisa mengambil gasnya,” tutur Firman.

Di kegiatan yang dilakukan belum lama ini juga memamerkan hasil pemanfaatan sampah yang telah diolah dan menjadi gas metana. Selain daripada itu, beberapa produk makanan olahan yang dimasak dengan menggunakan gas metana pun juga ikut dipamerkan sehingga membuktikan bahwa pengolahan sampah yang baik akan mendapatkan keuntungan yang baik.

Sementara itu, Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan bahwa teknologi yang dipakai itu merupakan salah satu proses dan upayanya dalam menanggulangi sampah di wilayah kota Depok yang hingga sampai saat ini jumlahnya semakin meningkat imbas kepada bertambahnya jumlah penduduk kota.

“Ini merupakan salah satu proses yang telah kami lakukan mengenai sampah, mengingat di TPA Cipayung saja ada 600 ton sampah setiap harinya. Tentunya, kami akan menindaklanjuti inovasi ini dengan membentuk anggaran setelah melakukan pengujian mengenai seberapa besar manfaat yang dihasilkan dan seberapa lama dapat dioperasikan,” ujar Idris.

Meski demikian, Idris mengatakan bahwa kerjasama antara pemerintah dengan pihak terkait serta masyarakat menjadi point utamanya dalam menyelesaikan permasalahan sampah yang ada di kota Depok dengan harapan permasalahan tersebut dapat tertangani dengan lebih baik lagi

“Kami berharap adanya sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat dalam menangani masalah sampah ini. Kami juga akan menggerakkan melalui RT, RW, Lurah, Camat dan perangkat lainnya untuk menyosialisasikan dan memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk memilah sampah dan menjaga kebersihan bersama,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman.HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)