Jumlah Kasus Perceraian di Depok Semakin Meningkat Setiap Tahunnya

Jumlah Kasus Perceraian di Depok Semakin Meningkat Setiap Tahunnya

HarianDepok.com – Berita , Tingginya angka kasus perceraian di wilayah kota Depok sampai dengan saat ini menjadi salah satu permasalahan yang harus segera ditangani dengan serius oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dan pihak pihak terkait lainnya agar dapat meminimalisir akan adanya pengajuan gugatan cerai oleh para pasangan suami istri.

Pihak Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok pun dalam upayanya menangani kasus perceraian yang setiap tahunnya selalu bertambah hingga sampai saat ini telah memfasilitasi instansinya dengan membuka sarana edukasi dan pemahaman kepada para calon mempelai mengenai hubungan dalam berumah tangga dengan harapan dapat memberikan motivasi agar mental kedua calon pasangan siap untuk menjalani hidup bersama.

Meski demikian, faktor ekonomi pun menjadi salah satu kendala utama yang kerap dihadapi oleh sejumlah pasangan yang mengajukan gugatan perceraian. Oleh sebab itulah perlu adanya perhatian yang khusus dari pihak terkait guna menekan dan meminimalisir terjadinya perceraian akibat faktor ekonomi.

Perlu diketahui bahwa sampai dengan saat ini, jumlah kasus perceraian yang telah diterima oleh pihak Kemenag Kota Depok terhitung sejak Januari hingga Mei 2016 telah mencapai 1.400 kasus. Kebanyakan dari mereka yang mengajukan gugatan perceraian didominasi oleh permasalahan ekonomi rumah tangga dan sebagian lainnya di sebabkan oleh keretakan hubungan rumah tangga akibat adanya pihak ketiga.

Kepala Hubungan Masyarakat Pengadilan Negeri Agama (PNA) Kota Depok, Suryadi mengatakan bahwa jumlah kasus perceraian yang diterima oleh pihaknya sampai dengan saat ini, didominasi oleh pihak wanita yang mengaku tidak tahan dengan kesulitan perekonomian yang mereka hadapi sehingga membuat mereka terpaksa mengambil jalan perpisahan tersebut.

“Terhitung sejak awal Januari sampai dengan Mei 2016 tahun ini, tercatat sudah sebanyak 1.400 pasangan yang memilih melakukan perceraian dibandingkan dengan yang ingin rujuk,” tuturnya, Selasa (07/06/2016).

Dari penjelasannya bahwa hampir 80 persen dari 1.400 kasus perceraian yang diterimanya di PNA Kota Depok diajukan oleh pihak istri ketimbang para suami. Jumlah tersebut diperkirakannya akan terus bertambah sampai dengan 4.000 perkara sampai dengan akhir tahun 2016 ini.

Guna menekan akan jumlah kasus perceraian tersebut Suryadi mengaku pihaknya telah memberikan fasilitas mediasi kepada para pemohon selama kurang lebih satu bulan dengan harapan dapat mengembalikan hubungan harmonis kepada kedua pasangan. “Mediasi itu dilakukan selama satu bulan dengan tujuan agar pasangan itu kembali rujuk dan kembali bersatu dalam kehidupan berumah tangganya,” katanya.

Meski demikian, Suryadi mengaku bahwa upaya tersebut hanya berhasil mengurangi sebanyak 6 persennya saja dari total keseluruhan yang dimana sebagian besarnya tetap akan menjalankan proses perceraian. Maka daripada itulah, Suryadi menghimbau kepada seluruh pasangan yang akan menjalani hubungan rumah tangga agar selalu mengutamakan keterbukaan dan konsistensi diri agar dapat terhindar dari perceraian.

Perlu diketahui bahwa jumlah kasus perceraian yang diterima oleh pihaknya pada tahun 2013 lalu mencapai 3.000 kasus sedangkan di tahun 2014 jumlahnya meningkat menjadi 3.400 kasus. Dan di tahun 2015 jumlahnya terus bertambah menjadi 3.800 kasus dan diperkirakan di tahun 2016 ini jumlahnya akan terus meningkat dan tembus diatas 4.000 kasus.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: