Inilah Kriteria PNS yang Bakal Dipecat

Inilah Kriteria PNS yang Bakal Dipecat

HarianDepok.com – Bisnis , Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berencana bakal merumahkan 1 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS) selama periode 2017-2019. Pemerintah mengatakan terdapat beberapa kriteria yang akan menjadi dasar pemecatan terhadap seorang PNS.  Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB, Herman Suryatman mengatakan, pemerintah akan memulai rasionalisasi PNS pada tahun depan.

Sedangkan di tahun ini, fokus pemerintah melakukan pemetaan PNS sehingga mendapatkan hasil akhir PNS yang layak kena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Rasionalisasi PNS kan rencananya 2017. Nah tahun ini, fokus kita melakukan pemetaan. Pemetaan secara makro terbagi 4 Kuadran,” ujar Herman di Jakarta, Senin (30/05/2016) seperti yang dikutip liputan6.com.

Ia mengatakan, Kuadran 1 dengan kriteria para PNS yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi bagus atau tinggi dan mempunyai kinerja bagus. Dalam hal ini, pemerintah akan mempertahankan, mengembangkan, dan mempromosikan PNS tersebut untuk naik jabatan. Kuadran 2, sambungnya, PNS yang memiliki kualifikasi dan kompetensi bagus, namun berkinerja buruk.

Penanganannya adalah PNS itu akan dimutasi dan dilakukan pembinaan.  Sedangkan Kuadran 3, tambah Herman, PNS dengan kualifikasi dan kompetensi rendah, tapi berkinerja bagus. Pemerintah dalam hal ini akan memberikan diklat dan pelatihan supaya kualifikasi dan kompetensi bagus. Terakhir Kuadran 4, PNS dengan kualifikasi dan kompetensi rendah, serta berkinerja buruk.

“PNS yang masuk Kuadran 4 inilah yang akan kita dorong untuk dirasionalisasi. Yakni PNS yang mempunyai kualifikasi dan kompetensi rendah dan parahnya lagi kinerjanya buruk,” tegas Herman. Sebelumnya pada 29 Mei 2016, Kementerian Keuangan memastikan bahwa PNS yang bakal dirumahkan tersebut akan mendapat pesangon. Namun berapa besar pesangon yang akan diberikan masih menunggu proposal dari Kementerian PANRB.

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menjelaskan, saat ini, basis aparatur negara sebanyak 4,5 juta, dan rencananya dipangkas menjadi 3,5 juta PNS hingga 2019. “Itu (dampak pengurangan PNS) dihitung dulu. Kita tunggu proposalnya dari Menteri PANRB,” ujarnya saat berbincang dengan wartawan di Plaza Sarinah, Jakarta, Minggu (29/05/2016).

Namun sayang, ?Menkeu Bambang belum menghitung penghematan anggaran belanja pegawai dari pemecatan 1 juta PNS tersebut. Tetapi sebagai Bendahara Negara, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus menyiapkan pesangon bagi PNS yang dirumahkan. “Penghematannya kurangi saja 1 juta PNS dikali jumlah gajinya. Tapi kan harus ada semacam pesangon atau golden shake hand. Berapa pesangonnya, nanti kita lihat,” pungkasnya.

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok