Warga kesal Menunggu Sidang Tilang di Depok Hingga Empat Jam Lamanya

Sebanyak 2.141 orang warga kota Depok yang berasal dari 11 Kecamatan yang ada merasa kelelahan akibat menunggu giliran sidang tilang yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Kebanyakan dari mereka mengaku telah menungu hingga empat jam lamanya hanya untuk mendapatkan vonis Hakim Grace Meilanie.SH yang berlangsung hanya sekitar dua menit untuk membayarkan denda administrasi sebesar 65.000 rupiah per orangnya.  “Saya sudah sejak PK. 07:00 datang ke PN Depok dengan membawa istri dan dua anak untuk mengikuti sidang tilang tapi sudah tiga jam tak dipanggil-panggil,” kata Umar, warga Sukmajaya, Depok saat dikonfirmasi oleh awak Poskota, Jumat (27/05/2016) kemarin.  Lelaki beranak dua ini mengaku geram dan kecewa terhadap sidang di PN kota Depok pada waktu itu yang diakuinya telah menyita waktunya cukup lama sehingga banyak kegiatan yang seharusnya ia kerjakan terbengkalai. Oleh sebab itulah, Umar meminta kepada pihak terkait agar dapat memperbaiki hal tersebut sehingga tidak terjadi kembali di kemudian hari.  Menurut data yang didapatkan di lingkungan PN kota Depok, tercatat sebanyak 2.141 pelanggar lalu lintas di wilayah kota Depok yang akan mengikuti sidan tilang dan dalam jumlah tersebut dibagi dalam beberapa kategori yaitu, pelanggaran tanpa SIM, STNK dan yang lainnya. Kegiatan sidang yang berjalan mulai dari 07:30 sampai dengan 12:15 dan dilanjutkan kembali pada pukul 13:30 sampai dengan 14:30 WIB ini mendapatkan perhatian dari banyak masyarakat yang menuntut kemudahan dalam menjalankan sidang.  Selain beban porsi waktu yang berlebih atas hal tersebut, minimnya sarana dan prasarana pendukung seperti kursi tunggu menjadi permasalahan lagi sehingga banyak para peserta sidang yang akan mengikuti sidang di PN kota Depok harus rela menunggu dan duduk secara lesehan di pelataran dan pinggiran kantor yang membuat keadaan di kantor PN kota Depok carut marut akibat penumpukan jumlah orang.  Oleh sebab itulah banyak yang mengharapkan kepada pemerintah dan pihak terkait agar segera membenahi dan melengkapi sarana dan prasarana pendukung agar mereka yang akan melakukan sidang bisa menunggu lebih nyaman dan tertib.(Izl)

HarianDepok.com – Berita , Sebanyak 2.141 orang warga kota Depok yang berasal dari 11 Kecamatan yang ada merasa kelelahan akibat menunggu giliran sidang tilang yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Kebanyakan dari mereka mengaku telah menungu hingga empat jam lamanya hanya untuk mendapatkan vonis Hakim Grace Meilanie.SH yang berlangsung hanya sekitar dua menit untuk membayarkan denda administrasi sebesar 65.000 rupiah per orangnya.

“Saya sudah sejak PK. 07:00 datang ke PN Depok dengan membawa istri dan dua anak untuk mengikuti sidang tilang tapi sudah tiga jam tak dipanggil-panggil,” kata Umar, warga Sukmajaya, Depok saat dikonfirmasi oleh awak Poskota, Jumat (27/05/2016) kemarin.

Lelaki beranak dua ini mengaku geram dan kecewa terhadap sidang di PN kota Depok pada waktu itu yang diakuinya telah menyita waktunya cukup lama sehingga banyak kegiatan yang seharusnya ia kerjakan terbengkalai. Oleh sebab itulah, Umar meminta kepada pihak terkait agar dapat memperbaiki hal tersebut sehingga tidak terjadi kembali di kemudian hari.

Menurut data yang didapatkan di lingkungan PN kota Depok, tercatat sebanyak 2.141 pelanggar lalu lintas di wilayah kota Depok yang akan mengikuti sidan tilang dan dalam jumlah tersebut dibagi dalam beberapa kategori yaitu, pelanggaran tanpa SIM, STNK dan yang lainnya. Kegiatan sidang yang berjalan mulai dari 07:30 sampai dengan 12:15 dan dilanjutkan kembali pada pukul 13:30 sampai dengan 14:30 WIB ini mendapatkan perhatian dari banyak masyarakat yang menuntut kemudahan dalam menjalankan sidang.

Selain beban porsi waktu yang berlebih atas hal tersebut, minimnya sarana dan prasarana pendukung seperti kursi tunggu menjadi permasalahan lagi sehingga banyak para peserta sidang yang akan mengikuti sidang di PN kota Depok harus rela menunggu dan duduk secara lesehan di pelataran dan pinggiran kantor yang membuat keadaan di kantor PN kota Depok carut marut akibat penumpukan jumlah orang.

Oleh sebab itulah banyak yang mengharapkan kepada pemerintah dan pihak terkait agar segera membenahi dan melengkapi sarana dan prasarana pendukung agar mereka yang akan melakukan sidang bisa menunggu lebih nyaman dan tertib.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: