Disnakersos Depok Akan Tindak Tegas TKA Ilegal

Disnakersos Depok Akan Tindak Tegas TKA Ilegal

HarianDepok.com – Berita , Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini, persaingan bisnis yang terjadi di seluruh negara anggota MEA semakin ketat yang membuat seluruh pengusaha baik usaha kecil sampai dengan usaha kelas atas mau tidak mau harus mampu beradaptasi dan bisa terus memperkenalkan produk produknya dengan harapan dapat terus berjalan.

Selain bersaing dengan produk luaran, pelayanan jasa dan tenaga kerja pun juga menjadi persoalan yang dimana di dalam era MEA saat ini, jasa pelayanan pun juga diperbolehkan berasal dari negara luar. Maka daripada itulah masyarakat dihimbau agar terus berusaha meningkatkan kualitas dirinya dengan baik dengan harapan mampu bersaing dengan tenaga tenaga dari luar tanah air.

Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) kota Depok dalam menyikapi permasalahan tersebut saat ini tengah melakukan pemeriksaan rutin kepada Tenaga Kerja Asing (TKA) dengan intensif guna mencegah terjadinya pelanggaran undang undang yang berlaku.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan bahwa apabila ada seorang TKA di suatu perusahaan maka hal tersebut sudah otomatis menjadi kewajiban pihak perusahaan untuk melaporkannya kepada pihak terkait. Namun apabila keberadaan TKA tidak dikonfirmasikan, maka pihaknya beserta aparat hukum akan bergerak kelapangan guna menindak tegasnya.

“Sebelum kami melakukan pemeriksaan kepada pihak terkait, kami akan membuatkan nota pemeriksaan sebanyak tiga kali. Namun, apabila hal tersebut tidak ditindak lanjuti oleh pihak yang bersangkutan, maka hal tersebut akan kami tindak lanjuti dengan melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian,” tuturnya kepada rekan media dilapangan, Minggu (29/06/2016).

Menurut data yang dimilikinya, bahwa Disnakersos saat ini telah mencatat sebanyak 120 orang Tenaga Kerja asing yang telah resmi dilaporkan kepada pihaknya yang berada di wilayah kota Depok. Sedangkan untuk tahun lalu, ada sekitar dua orang TKA yang sudah masuk ke kota Depok pasca sebelum diberlakukannya MEA.

“Dinas kami hanya mencatat tenaga kerja asing yang resmi bekerja di sektor formal. Sedangkan untuk perusahaan yang mempekerjakan mereka harus mengurus Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dan mereka dibebankan untuk membayarkan biaya retribusi sebesar US$ 1.200 per tahunnya. Sedangkan untuk sektor non formal belum terdata oleh kami,” jelasnya.

Meski demikian, Diah mengaku akan tetap berupaya melakukan pendataan di sektor non formal terlebih lagi dengan dibukanya gerbang MEA saat ini yang menjadi suatu kesempatan oleh para tenaga kerja untuk mendapatkan pekerjaan.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)