Jelang Ramadhan, Diperkirakan Jumlah Pengemis di Depok Akan Meningkat

Jelang Ramadhan, Diperkirakan Jumlah Pengemis di Depok Akan Meningkat

HarianDepok.com – Berita , Mendekati bulan Ramadhan yang hanya dalam hitungan hari akan dirayakan oleh seluruh umat Islam di seluruh dunia di tahun ini, diperkirakan akan mengalami lonjakan jumlah pengemis musiman hingga 50 persen dari jumlah sebelumnya. Pasalnya, banyaknya kegiatan amal ibadah yang dilakukan oleh umat muslim menjadi satu alasan mereka untuk mendapatkan rupiah.

Menurut data yang diperoleh dari Dinas Sosial jumlah pengemis yang ada di wilayah kota Depok mencapai 110 orang. Sedangkan untuk gelandangan mencapai 50 orang dan anak jalanan sebanyak 500 orang. Jadi menjelang bulan Ramadhan di tahun ini, jumlah pengemis bisa mencapai 220 orang.

“Untuk tahun ini, apalagi disaat menjelang bulan Ramadhan, diperkirakan akan ada pengemis musiman sehingga menambah jumlah pengemis yang ada di Depok. Untuk mengantisipasi terjadinya hal tersebut, kami pun sudah melakukan rapat agar jumlah mereka tidak bertambah,” tutur Kepalq Bidanv Dinae Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Kota Depok, Ani Rahmawati saat dihubungi Tempo news belum lama ini.

Dari hasil rapat yang telah dilakukan oleh pihaknya tersebut, akan dibentuk sebuah tim gabungan dengan menyertakan Satuan Polisi Pamong Praja sebagai eksekutornya dilapangan guna menertibkan para pengemis, pengamen dan kegiatan lainnya yang dilarang oleh kota selama bulan Ramadhan. Untuk mereka yang terjaring, akan diberikan pembinaan oleh petugas terkait.

“Di minggu kemarin, sebanyak tujuh orang di jalan sudah direhabilitasi sosial,” katanya.

Tak hanya difokuskan untuk menekan jumlah pengemis dan pengamen jalanan saja, Pekerja Seks Komersial (PSK) pun juga menjadi salah satu hal yang juga akan ikut ditertibkan yang nantinya juga akan merehabilitasi mereka di panti rehabilitasi Pasar Rebo, Jakarta Timur. Sedangkan untuk kegiatan pembinaan yang dilakukan untuk para pengemis akan dilaksanakan di panti sosial Bina Karya Pangudi Luhur yang berlokasi di Bekasi.

Dari penjelasan Ani pihaknya hingga kini hanya baru mempunyai rumah singgah yang dimana difungsikan untuk mendata para pengemis yang terjaring oleh petugas. Namun untuk penindakan pembinaan akan dilakukan di luar kota Depok. “Di Depok baru bisa mengidentifikasi saja, untuk pelaksanaan rehabilitasi dan pembinaan dilakukan di luar Depok,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan berusaha dengan maksimal memberikan pembekalan dan keahlian kepada para pengemis dan anak jalanan yang berasal dari kota Depok. Sedangkan untuk para orang tua anak jalanan akan diberikan pelatihan dan diperkerjakan sebagai pembantu rumah tangga agar mereka memiliki kehidupan yang lebih layak.

“Permaslalahannya adalah kebanyakan para pengemis ini berasal dari luar kota Depok. Untuk warga kota Depok akan kami bantu, sedangkan untuk yang berasal dari luar Depok akan kami pulangkan,” tutupnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: