Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Terminal Jatijajar Dimenangkan Oleh Tergugat

Kasus Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Terminal Jatijajar Dimenangkan Oleh Tergugat

HarianDepok.com – Berita , Kasus dugaan korupsi yang terjadi di proyek pembangunan jembatan utama Terminal Jatijajar kota Depok yang sempat diperiksa dan diajukan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok pada beberapa waktu lalu terancam terhenti. Hal ini disebabkan oleh pihak Kejari kota Depok yang belum menempuh jalur hukum terkait kekalahan gugatannya di praperadilan yang diajukan oleh tersangka.

Setelah sepekan lebih lamanya kalah dalam praperadilan, Kejari kota Depok hingga kini masih belum mengajukan upaya hukum dengan menetapkan Direktur PT Kebangkitan Armand Kesatria, Victory JT Mandao sebagai tersangka. Status tersebut langsung dinyatakan gugur usai dilaksanakannya praperadilan yang mengabulkan gugatan tersangka atas kasus yang menimpanya.

Dari hasil praperadilan tersebut juga pemimpin proyek pembangunan jembatan Terminal Jatijajar menginstruksikan kepada Kejari agar melepaskannya dari tahanan Lapas Cibinong. Pihak Kejari hanya memiliki satu pilihan yaitu menetapjan kembali Victory sebagai tersangka. Hal ini ditenggarai atas praperadilan yang tak mengenal upaya banding atau kasasi.

“Masih kami kaji kembali dan terus kami dalami lagi putusannya,” tutur Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Yudha Purnawan Sudjianto pada saat dihubungi oleh awak media belum lama ini.

Disinggung atas belum adanya upaya untuk menempuh jalur hukum atas perihal kekalahan pihaknya atas prapreadilan yang memenangkan pihak Victory tersebut, Yudha enggan berkomentar lebih jauh. Meski demikian dirinya menegaskan bahwa penetapan tersangka tidak sah, maka proses penanganan perkara dugaan kasus korupsi proyek pembangunan jembatan Jatijajar kembali ke tahap penyelidikan.

Sementara itu, Peneliti Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Dio Ashar Wicaksana menilai bahwa kasus dugaan korupsi jembatan Terminal Jatijajar dapat segera hilang apabila pihak Kejari tidak menempuh upaya hukum atas putusan praperadilan.

“Seharusnya enggak boleh dilepas begitu saja. Kejari Depok semestinya percaya diri dalam mengusut tuntas perkara ini. Kalau memang yakin pelakunya sudah ditemukan ya coba lagi untuk ditetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Di lain pihak, Hakim Hakim Teguh Arifiano di ruang sidang Pengadilan Negeri Depok, Kamis 12 Mei 2016 yang pada saat itu memutuskan Victory bebas dari tuntutan yang dibebankan oleh pihak Kejari terkait dugaan kasus korupsi pembangunan jembatan Jatijajar dianggapnya sudah sesuai dengan hukum yang ada. Pasalnya hingga praperadilan dilangsungkan, bukti bukti yang ditunjukkan masih belum dianggap cukup untuk menetapkan tersangka.

“Baru satu alat bukti saja yang sah yaitu keterangan saksi,” paparnya. Belum selesai sampai disitu, Teguh pun menyatakan bahwa tuntutan yang diajukan oleh pihak Kejari pada waktu itu dianggapnya masih belum mampu menunjukkan bukti bukti kerugian negara. Maka daripada itu Victory dinyatakan bebas dari ancaman hukuman.

Perlu diketahui bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam menyelesaikan proyek pembangunan jembatan Terminal Jatijajar telah mengeluarkan dana sebesar 5,6 miliar rupiah. Menurut data yang diperoleh bahwa jumlah dana pencairan bagi pemenang tender proyek pembangunan tersebut telah mencapai 20 persen dari total dana yang disiapkan.

Namun, usai dilaksanakan pencairan tersebut, proyek pembangunan jembatan yang seharusnya dilaksanakan sejak Oktober 2015 dan rampung pada Desember 2015 tak kunjung direalisasikan dengan baik sehingga mengakibatkan kerugian negara yang diperkirakan mencapai 1,1 miliar rupiah.(***)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)