Aksi Pelaku Penipu Yang Mengaku Sebagai Aparat Kepolisian di Depok Terjadi Lagi

Aksi Pelaku Penipu Yang Mengaku Sebagai Aparat Kepolisian di Depok Terjadi Lagi

HarianDepok.com – Berita , Masyarakat diharapkan agar lebih berwaspada mengenai pelaku pencuri sepeda motor bermodus sebagai aparat kepolisian yang mengaku meminjam sepeda motor untuk keperluan operasi. Pasalnya, baru baru ini Riswanto warga Kelapa Dua, Cimanggis, Depok tertipu dengan hal tersebut.

Korban pun langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib guna diselidiki lebih lanjut pada 17 Mei 2016 lalu. Selang dilakukan penyelidikan selama satu hari saja, para petugas pun akhirnya mendapatkan identitas pelaku dan alamat tinggalnya.

Pelaku yang mengaku sebagai petugas Detasemen Khusus (Densus) 88, akhirnya tertangkap oleh petugas beserta barang bukti sebuah unit motor milik korban  Kawasaki KLX 150E bernomor polisi B 3347 EGK dan 1 lemtag id card Mabes Polri, 2 tas punggung milik pelaku. Pelaku yang diketahui bernama Bambang Surono langsung digiring oleh petugas ke kantor polisi guna mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.

Kepala Polresta Depok, Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya dalam menangani adanya pengaduan tersebut tidak dilaksanakan dengan setengah hati, anggotanya pun segera diterjunkan kelapangan guna melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap gerak gerik dan posisi pelaku. Selang beberapa hari dari laporan yang diterima, pihaknya pun langsung membentuk tim guna menyergap pelaku di rumah kediamannya.

“Pelaku kini sudah kami amankan dan hingga kini masih dalam penyelidikan oleh petugas kami. Beberapa alat bukti pun sudah kami amankan yaitu lemtag id card Mabes Polri palsu milik pelaku, dua tas punggung dan satu unit sepeda motor milik korban,” tuturnya, Sabtu (21/05/2016).

Pelaku yang diduga menjadi tersangka tunggal dikenai dengan pasal berlapis yaitu pasal 378 dan pasal 372 mengenai tindak pidana penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama tujuh tahun. Pelaku yang pada saat itu diinterogasi oleh petugas mengaku hanya meminjam sepeda motor beberapa hari saja demi keperluan pribadinya.

Sedangkan beberapa alat tanda pengenal mirip milik petugas kepolisian diakuinya hanya sebagai alat untuk gagah gagahan saja lebih dari itu tidak. Meski demikian, kasusnya tetap ditangani secara serius oleh pihak kepolisian kota Depok yang hingga kini terus berupaya menjaga wilayah hukumnya agar selalu dalam keadaan kondusif.

Agar tidak terjadi lagi kasus serupa, Harry pun mengingatkan kepada masyarakat khususnya kepada seluruh toko yang menjual atribut TNI, Polri agar selalu menjual barang dagangannya dengan meminta memperlihatkan kartu anggota si pembeli sehingga atribut tidak jatuh kepada tangan yang tidak bertanggung jawab seperti kejadian ini.

“Sebetulnya sudah kerap kali kami melakukan sosialisasi perihal pembelian atribut kepolisian dan TNI yang diwajibkan untuk memperlihatkan KTA asli. Sesegera mungkin akan kami sosialisasikan lagi baik itu kepada para petugas dan para pemilik usaha atribut kepolisian,” katanya.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun oleh awak media, pelaku yang mengaku sebagai petugas Densus 88 ini sebetulnya berprofesi sebagai supir yang pada beberapa tahun silam pernah mendaftar sebagai anggota polisi. Namun, dikarenakan gagal dalam menjalankan ujian di tingkat pantohir, akhirnya niat menjadi petugas polisi pelaku tidak terlaksana.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)