Terkait Permasalahan Makam di Lahan Pribadi di Kawasan Depok, Anggota DPRD Angkat Bicara

Terkait Permasalahan Makam di Lahan Pribadi di Kawasan Depok, Anggota DPRD Angkat Bicara

HarianDepok.com – Berita , Terkait permasalahan lahan pemakaman yang semrawut di kawasan kota Depok dimana pada lahan pemakaman yang ada terletak amat berdekatan dengan tempat pemukiman warga, membuat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Depok, Endah Winarti angkat bicara.

Endah mengatakan, untuk menyelesaikan permasalahan kesemrawutan lahan pemakaman di kota Depok saat ini, diperlukan akan adanya regulasi yang mengatur hal tersebut sehingga dapat terkontrol dengan baik. Baik itu dari segi lokasi hingga kepada pemanfaatannya. Dari pengakuannya, sampai dengan saat ini belum ada aturan hukum yang mengatur akan hal tersebut.

Maka daripada itu, dikatakannya amat sangat diperlukan akan adanya aturan tegas mengenai pemberdayaan lahan khususnya di lahan pemakaman di kota Depok. “Aturan hukumnya yang belum ada. Inilah yang membuat banyak warga bisa membuat lahan makam sendiri di lahan tanah miliknya,” tuturnya, Senin (16/05/2016).

Dari pengakuannya, sampai dengan saat ini sudah banyak laporan pengaduan masyarakat yang sampai ke dirinya terkait pemanfaatan lahan pribadi yang dijadikan lahan pemakaman sehingga mengakibatkan estetika di lingkungan tempat tinggal sekitar menjadi tidak baik. Oleh sebab itu diperlukan aturan hukum untuk menertibkannya.

“Banyak sudah laporan pengaduan mengenai permasalahan tersebut datang kepada saya, khususnya di wilayah Kelurahan Sukmajaya. Dari hasil rata rata pengaduan tersebut, kebanyakan dari mereka beranggapan bahwa makam yang ada di lahan pemukiman membuat estetika lingkungan sekitar menjadi tidak baik,” katanya.

Agar dapat menertibkan hal tersebut, Endah mengaku akan segera mengajukan permasalahan tersebut ke dewan mengenai aturan tersebut yang direncanakannya akan rampung pada tahun 2017 mendatang. Dengan diterbitkannya aturan yang mengikat terkait permasalahan lahan makam ini, diharapkannya dapat mengembalikan estetika lingkungan menjadi seperti semula.

“Untuk permasalahan ini, baru ada di dalam Program Legialatif Daerah. Akan tetapi, targetnya Perda pemakaman ini akan terbit di tahun 2017 mendatang. Semoga dalam perumusannya dapat berjalan dengan baik dan lancar sehingga di tahun depan, dapat langsung diterapkan seluruhnya,” jelasnya.

Menyikapi akan banyaknya warga yang memilih untuk memakamkan sanak saudaranya di lahan pribadi miliknya disebabkan oleh untuk menekan biaya yang dikeluarkan oleh kerabat yang ditinggalkan. Selain daripada itu adanya kelebihan beban yang diderita oleh pemerintah mengenai lahan pemakaman menjadi alasan lain sehingga mereka lebih memilih cara tersebut.

“Adanya permasalahan lahan saat ini memang diduga disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya adalah untuk menekan biaya lahan pemakaman. Selain daripada itu penggunaan lahan pemakaman yang sampai dengan saat ini semakin meningkat menjadi alasan lainnya sehingga mereka lebih memilih memakamkan sanak saudaranya di lahan pribadinya,” ungkapnya.

Dengan adanya aturan yang mengikat terkait permasalahan tersebut, diharapkannya dapat mampu mengembalikan kondisi lingkungan tempat tinggal sehingga dapat memberikan rasa nyaman kepada warga sekitar maupun warga lain yang berkeinginan untuk menetap di daerah tersebut.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)