17 Korban Tewas Air Terjun Dua Warna Ditemukan

17 Korban Tewas Air Terjun Dua Warna Ditemukan

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Air Terjun Dua Warna adalah tempat wisata yang ada di Kecamatan Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara. Kawasan wisata Air Terjun Dua Warna ramai dikunjungi oleh pengunjung apalagi ketika musim liburan tiba. Tapi kini Air Terjun Dua Warna berubah menjadi menyeramkan setelah terjadi insiden banjir bandang yang menewaskan 17 korban. Ketujuh belas korban berhasil dievakuasi setelah 20 jam gabungan Tim SAR, TNI, Polri melakukan pencarian.

Sekretaris BPBD Kabupaten Deliserdang, Darwin Surbakti mengatakan bahwa korban banjir bandang di Air Terjun Dua Warna yang sudah tidak bernyawa akan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut Medan. Korban akan dilakukan autopsi sekaligus mencari identitas supaya bisa dijemput oleh keluarga. Kepala Polsek Pancur Batu, Kompol Frido Gultom mengatakan bahwa pihaknya sementara menutup lokasi Air Terjun Dua Warna setelah adanya insiden banjir bandang.

Frido menambahkan supaya masyarakat yang berencana untuk mengunjungi Air Terjun Dua Warna mengurungkan niat mereka, hal ini dikarenakan kondisi jalan yang licin dan dikhawatirkan akan menelan korban lagi. Atas musibah banjir bandang di Air Terjun Dua Warna, muncul isu menganai dugaan perusakan lingkungan.

Diatas bukit yang ada di disekitar Air Terjun Dua Warna disebut-sebut telah terjadi penebangan kayu ilegal sehingga menjadikan banjir bandang terjadi. Pusat Koordinasi Daerah Mahasiswa Pecinta Alam Sumatera Utara, Eprius Wahid Purba mengatakan bahwa pihaknya sempat melihat kerusakan lingkungan di sekitar Air Terjun Dua Warna pada tahun 2009.

Eprius menambahkan bahwa mereka saat itu memperoleh data dan menduga ada penebangan kayu liar oleh sejumlah onkum ketika mereka melakukan survei Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) Mapala Se-Indonesia. Eprius mendesak kepada Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Sumut supaya mengusut dugaan penebangan kayu liar.

Selain itu pihaknya juga berharap supaya pemerintah dan kepolisian bisa menertibkan oknum yang melakukan pungutan liar di kawasan Air Terjun Dua Warna dan mengatasnamakan pemerintah daerah. Harapan yang disampaikan Eprius untuk memberantas pungli itu supaya para wisatawan lebih nyaman. Eprius juga mengatakan bahwa kejadian banjir bandang di Air Terjun Dua Warna baru pertama kali terjadi dan tidak menutup kemungkinan memang ada dugaan penebangan kayu ilegal yang marak.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok