Wow Kepala Sekolah Dasar di Depok Raup Keuntungan Hingga Miliaran Rupiah Atas Penjualan Paket LKS

Wow Kepala Sekolah Dasar di Depok Raup Keuntungan Hingga Miliaran Rupiah Atas Penjualan Paket LKS

HarianDepok.com – Berita , Alih alih untuk meningkatkan daya serap siswa siswi sekolah dalam menjalani kegiatan belajar mengajarnya di sekolah menjadi alasan para guru dan oknum terkait untuk meraup keuntungan pribadi dengan cara memaksa para siswa siswinya untuk membeli paket Lembar Kerja Siswa (LKS).

Menurut informasi yang berhasil dirangkum bahwa modus tersebut sudah berjalan di tingkat Sekolah Dasar Negeri di kawasan kota Depok yang dimana para pelakunya adalah para guru dan kepala sekolah dengan keuntungan senilai 8,53 miliar per tahunnya. Jumlah tersebut didapatkan dari hasil kerjasama yang dilakukan pihak sekolah dengan pihak distributor.

Kenyataan tersebut terungkap atas adanya pernyataan dari sejumlah kepala SDN yang ada di kawasan kota Depok kepada rekan wartawan belum lama ini yang menyatakan bahwa hasil tersebut nantinya akan digunakan sebagai dana tambahan untuk mendongrak perekonomian rumah tangganya yang dianggapnya belum memenuhi porsi yang cukup.

Perlu diketahui bahwa saat ini di seluruh wilayah kota Depok terdapat 287 SDN dengan jumlah siswanya mencapai 128 ribu orang. Apabila jumlah keseluruhan tersebut dikalikan dengan satu paket LKS yang diperkirakan mencapai 100 ribu rupiah maka akan mendapatkan hasil sebanyak 7,68 miliar rupiah per bulan atau setara dengan 15,36 miliar pertahunnya.

Dari hasil investigasi yang dilakukan awak media di salah satu SDN yang berada di kawasan Kecamatan Sukmajaya, Depok pihak sekolah mengakui mendapatkan komisi atas pejualan paket LKS sebanyak 30 persen atau setara dengan 8,53 miliar dari hasil keseluruhan penjualan paket LKS.

Sebut saja Mr.X yang berstatus sebagai kepala di SDN kawasan Sukamajaya yang mengaku terpaksa melakukan kegiatan kolusi seperti itu lantaran untuk menambah uang pemasukan dan penghasilannya yang dianggapnya masih belum dapat memenuhi kebutuhan layak rumah tangganya. “Kebutuhan hidup terus naik, gaji masih belum bisa memenuhi kebutuhan ya terpaksa kami lakukan hal ini,” tutur Mr.X kepada rekan wartawan, Rabu (11/05/2016).

Terkait akan adanya larangan dan sanksi tegas yang akan dijatuhkan kepadanya apabila terbukti melakukan hal tersebut, Mr.X hanya bisa menjawab pasrah dengan semuanya itu. Meski demikian hal tersebut diakuinya tidak hanya dilakukan oleh dirinya saja melainkan masih ada sejumlah oknum lainnya yang melakukan hal yang sama.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Herry pansila Prabowo mengatakan bahwa pihaknya mempertegas bahwa mulai tahun 2016 lalu tidak diperbolehkannya lagi adanya LKS bagi siswa SDN dari penerbit ataupun dari distributor lainnya. Apabila saat ini ada yang melanggar, maka pihaknya akan menindak tegas para pelaku sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“LKS yang membuat adalah guru kelas, bukan dari penerbit ataupun distributor. Apabila masih ada pihak sekolah yang masih menggunakan LKS yang diterbitkan oleh distributor atau penerbit, maka kami akan menindak para pelaku, baik guru sampai kepala sekolahnya sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku,” katanya.

Hal ini didasari bukan karena dirinya saja yang menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan, melainkan juga dilandasi oleh adanya undang undang yang mengaturnya yaitu UU No 20 Tahun 2003 dan PP No 17 Tahun 2010 mengenai larangan penjualan buku paket dan LKS di sekolah.

Agar dapat mencegah dan menindaklanjuti akan adanya penyelewengan tersebut lebih maksimal, dirinya menghimbau kepada masyarakat kota Depok agar segera melaporkan hal tersebut kepada pihak terkait untuk segera ditindaklanjuti dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: