Seorang Waria di Depok Ditangkap Petugas Polisi Terkait Prostitusi Online.

Seorang Waria di Depok Ditangkap Petugas Polisi Terkait Prostitusi Online.

HarianDepok.com – Berita , Prostitusi online yang saat ini menjadi salah satu metode para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Wanita Bertubuh Pria (Waria) untuk meraup keuntungan dari para konsumennya mendapatkan perhatian khusus dari pihak kepolisian yang langsung menindaklanjuti perihal tersebut agar tidak merebak luas.

Iko Ekom alias Ika (34th) salah satu Waria yang dikenal kerap menjajakan jasanya lewat media jejaring sosial ternama menjadi contoh kesekian kalinya oleh petugas yang langsung menangkapnya pada saat dirinya tengah melayani pria hidung belang di kamar kostnya di Jalan Arif Rahman Hakim Gang H Kani Beji Depok, Jawa Barat belum lama ini.

Kepala Unit Iv Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Komisaria Polisi (Kompol) Eni Dwi Djajanti mengatakan, pihaknya dalam menangkap Ika pada waktu itu memang telah direncanakannya sejak lama guna menekan adanya prostitusi online yang semakin hari semakin berkembang sehingga meresahkan banyak orang.

“Ika sebelum menjajakan jasanya lewat media sosial sempat mangkal di sekitaran stasiun Depok. Akibat banyaknya penertiban yang dilakukan oleh petugas terkait, Ika akhirnya mencoba menjajakan jasanya lewat internet,” tuturnya, Senin (09/05/2016).

Eni menjelaskan, Ika yang berprofesi sebagai Waria sudah cukup lama dan aktif menggunakan Twitter untuk menjajakan jasanya. Karena Ika aktif secara rutin, ia pun akhirnya memiliki jaringan teman seprofesinya yang juga melakukan hal yang serupa. Diketahuinya bahwa Ika yang memiliki akun @ikawaria telah memiliki pengikut sebanyak 20.000 orang.

“Tarif yang dipasang oleh Ika lewat akunnya tersebut sebesar 800 ribu rupiah untuk sekali kencan. Selain menjual jasa prostitusi Ika juga memberikan pelayanan obrolan jorok kepada konsumennya dengan tarif 300 ribu rupiah untuk satu kali sesi obrolan, baik itu melalui chatting, telepon seks, maupun video call,” ungkapnya.

Agar dapat menarik minat konsumennya, Ika sengaja memasang sejumlah foto dan video porno di akun media sosialnya dengan harapan mendapatkan pelanggan lebih banyak. Guna mengantisipasi merebaknya penjualan jasa esek esek tersebut pihaknya pun langsung menindak tegas Ika yang langsung digiring oleh petugas dari kediamannya ke kantor polisi guna diselidiki lebih dalam kasusnya.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas selain menggiring Ika untuk diselidiki, petugas pun sempat mengamankan sejumlah barang bukti yang diantaranya adalah ratusan alat kontrasepsi, gel pelicin dan uang tunai senilai 3.3 juta rupiah yang diduga uang hasil dirinya menjual jasa esek esek. Hingga kini, kasusnya masih terus diselidiki oleh petugas terkait.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: