KTF Dukung Peningkatan UMKM Depok Agar Berkembang

KTF Dukung Peningkatan UMKM Depok Agar Berkembang

HarianDepok.com – Berita , Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang saat ini telah berjalan di Indonesia membuat seluruh pengusaha lokal mau tidak mau harus dapat bersaing dengan sejumlah produk luaran yang beredar luas. Apabila para pengusaha lokal tidak mampu beradaptasi, maka dapat dipastikan produk luaran akan semakin berpotensi menguasai bisnis di tanah air.

Agar dapat memberikan kekuatan kepada para pelaku usaha lokal, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui beberapa SKPD nya terus mengupayakan sejumlah peningkatan usaha melalui program pelatihan yang rutin digelar oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Depok dengan harapan, para pelaku IKM dapat maju dan menghasilkan produk produk bermutu.

Pendiri Kampung Teknologi Foundation (KTF), Harijanto mengatakan pihaknya dalam menghadapi era MEA saat ini turut aktif untuk dapat menguatkan sektor bisnis menengah kebawah yang ada dengan cara memberikan pelatihan kepada para pelaku IKM khususnya yang ada di wilayah kota Depok agar dapat berkembang dengan baik sehingga mampu bersaing dengan produk asal negara luar.

Salah satu upaya KTF dalam meningkatkan penjualan produk produknya adalah dengan cara memanfaatkan internet sebagai media pendukungnya. Selain dapat meningkatkan margin untung kepada para pelaku IKM, upaya tersebut juga dapat menjadi cara memperkenalkan produk produk yang dihasilkan kepada masyarakat luas, baik itu warga dalam negeri maupun warga asing.

“Kami mempunyai program kerja mengangkat UKM di Depok untuk go online. Mereka harus mempunyai target market global, berjualan tak hanya manual atau offline,” tuturnya, Jum’at (06/05/2016).

Dari penjelasannya, maraknya penggunaan perangkat canggih berbasis internet saat ini sangat berpotensi besar untuk dimanfaatkan dan dijadikan lahan oleh para pelaku IKM untuk dapat memasarkan produknya dengan mudah. Efisiensi dan penekanan margin pengeluaran menjadi prioritasnya sehingga dapat membentuk usaha yang mandiri.

Diakuinya bahwa penerapan dengan menggunakan sistem tersebut kepada para pelaku IKM tidaklah semulus yang dibayangkan, ada beberapa kendala yang dihadapi dalam penerapannya yang diantaranya adalah adanya pelaku IKM yang belum mengerti tentang penggunaan teknologi masa kini, bahkan beberapa dari kalangan pelaku IKM ada yang menolak pelatihan dengan alasan terlalu rumit.

“Memang ada kendala dalam penerapannya, hal ini amat kami sayangkan, padahal pelatihan seperti ini amat sangat berpotensi memberikan peluang lebih besat kepada mereka agar usahanya dapat berkembang,” katanya.

Meski demikian dirinya berharap akan adanya perubahan di sektor UMKM saat ini yang dimana bisa terus maju dan populer di seluruh kawasan ASEAN.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)