Kasus Pencurian Oleh Keempat Remaja Putus Sekolah di Depok Diadili

Kasus Pencurian Oleh Keempat Remaja Putus Sekolah di Depok Diadili

ilustrasi

HarianDepok.com – Berita , Kasus pencurian di salah satu toko di Pasar Musi, Sukmajaya, Depok pada beberapa waktu lalu akhirnya dilimpahkan ke pengadilan negeri kota Depok yang pada kasus tersebut membawa empat remaja putus sekolah yaitu AR (19th), MF (16th), HD (17th) dan AA (16th) ke kursi pesakitan. Mereka diduga sebagai pelaku utama di pencurian tersebut yang merugikan pihak toko senilai 15 juta rupiah.

Mereka didakwa dengan tuduhan pencurian berencana dan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian yang pada kasus tersebut dapat membawa mereka ke jeruji besi selama empat tahun lamanya. Dalam laporan petugas mereka mengaku telah melakukan hal tersebut dikarenakan terdorong oleh rayuan setan untuk memiliki sejumlah benda berharga.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Supriyadi mengatakan, keempat remaja putus sekolah tersebut berhasil ditangkap oleh para anggotanya di kediaman mereka masing masing. Dalam aksi penangkapan tersebut, para pelaku tidak memberikan perlawanan yang berarti. Usai ditangkap mereka langsung digelandang petugas ke kantor guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait kasus pencurian tersebut.

“Setelah mendapatkan laporan dari pihak korban, petugas pun langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Usai mendapatkan informasi dan bukti bukti yang kuat pihak kami pun langsung meluncur ke rumah para pelaku guna membawa mereka untuk diadili. Dalam penangkapan kali ini, petugas tidak mendapatkan perlawanan yang berarti dari para pelaku,” tuturnya, Selasa (03/05/2016).

Selain menangkap para pelaku, petugas pun berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa telepon genggam milik para pelaku dan sebuah unit motor baru yang diduga dibeli dengan uang hasil curian para pelaku.

“AR yang menjadi eksekutornya pada waktu itu, masuk melalui lubang angin toko dan langsung menggasak uang hasil penjualan di toko tersebut sekitar 15 juta rupiah yang menurut pengakuannya langsung dibagi bagikan kepada teman temannya sebesar 300 ribu rupiah perkepalanya. Sedangkan sisanya dia pakai untuk membeli sebuah unit motor dan berfoya foya,” katanya.

Sementara itu, AR yang diduga sebagai dalang dibalik semua kejadian tersebut mengaku amat menyesali perbuatannya yang merugikan dirinya dan orang lain. Meski demikian, AR bersama sama dengan ketiga rekannya tersebut tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di mata hukum.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)