Permasalahan Sampah di Kota Depok Perlu Mendapatkan perhatian Serius dari Pemerintah Setempat

Permasalahan Sampah di Kota Depok Perlu Mendapatkan perhatian Serius dari Pemerintah Setempat

HarianDepok.com – Berita , Kurangnya jumlah armada pengangkut sampah di kota Depok menjadi salah satu penyebab banyaknya sampah sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga menumpuk berhari hari yang dapat menimbulkan sejumlah penyakit datang dan menghampiri masyarakat kota. Diketahui bahwa saat ini jumlah sampah yang dihasilkan oleh penduduk kota sebanyak 1.200 ton per harinya yang dimana harus diangkut oleh petugas terkait ke Tempat Pembuangan Akhir yang berlokasi di Cipayung, Depok Jawa Barat.

Namun, dikarenakan oleh minimnya jumlah armada pengangkut sampah di kota Depok, membuat sebagian besar sampah kota tidak dapat teratasi dengan baik. Oleh sebab itulah pihak Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok meminta kepada Pemkot Depok agar dapat segera memenuhi jumlah ideal armada pengangkut sampah.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Depok, Kusumo mengatakan bahwa saat ini pihaknya telah memiliki armada pengangkut sampah sebanyaj 86 unit. Jumlah tersebut dianggapnya masih jauh dari kata ideal untuk mengatasi sampah kota Depok yang seharusnya berjumlah 120 unit pengangkut sampah.

Jumlah tersebut dikatakannya sudah cukup untuk mengatasi sampah sisa dari olahan rumah tangga yang dihasilkan masyarakat kota Depok. “Armada pengangkut sampah yang kami miliki kini sudah berjumlah sebanyak 86 unit yang hanya mampu mengatasi sampah kota sebanyak 500 sampai dengan 550 ton per harinya. Jumlah ini belum cukup untuk dapat mengatasi jumlah sampah yang dihasilkan kota yaitu sebanyak 1.200 ton,” tuturnya, Selasa (03/05/2016).

Dari permasalah tersebutlah mengapa sampai dengan saat ini masih banyak sampah sampah yang belum dapat ditangani dengan maksimal oleh pihaknya. Meskipun masih kekurangan armada pengangkut dan kekurangan tenaga pekerja, dirinya beserta seluruh jajarannya mengaku akan terus berupaya semaksimal mungkin menangani permasalahan sampah yang terjadi di kota Depok.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Depok, Iyay Gumelar pada saat dikonfirmasi oleh rekan wartawan dilapangan mengaku dalam kurun waktu satu hari ada sekitar 115 truk pengangkut sampah yang masuk ke kawasan TPA Cipayung yang terdiri dari mobil bak sampah ber plat hitam sebanyak 30 unit dan mobil pengangkut sampah milik DKP Kota Depok.

“Kalau mobil sampah yang berplat hitam ini berasal dari komunitas masyarakat yang peduli akan sampah. Sedangkan yang lainnya adalah aset milik DKP kota Depok,” katanya.

Iyay juga mengungkapkan bahwa sampai dengan saat ini pihaknya hanya dapat mengoperasikan satu kolam saja yang dimana kolam kolam penampungan sampah yang lainnya sudah melebihi jumlah tampung dengan ketinggian bukit sampah sekitar 20 meter dari dasar lahan penampungan sampah tersebut per kolamnya.

Sedangkan untuk kolam lainnya sudah tidak bisa digunakan kembali dikarenakan oleh lokasi yang amat berdekatan dengan pemukiman warga sekitar. Maka daripada itulah kolam tersebut tidak bisa dioperasikan dengan maksimal. Rencananya, salah satu kolam penampungan sampah tersebut, nantinya akan dimanfaatkan sebagai sumber energy alternatif yang bisa menghasilkan energi listrik.

Seperti yang diketahui bahwa lahan TPA Cipayung yang saat ini luasnya berjumlah sekitar 10 hektare telah dijadikan tempat pembuangan sampah akhir untuk kota Depok sejak tahun 1985 silam. Dengan lahan yang ada dan terus digunakan untuk menampung sampah yang dihasilkan kota Depok hingga kini jumlah tampungannya semakin terus berkurang.

Oleh sebab itu lahan TPA Cipayung harus mendapatkan pengganti atau perluasan lahan agar sampah yang dihasilkan kota Depok dapat tertampung dengan baik.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: