Sekolah Master di Depok Kekurangan Dana Operasional

Sekolah Master di Depok Kekurangan Dana Operasional

HarianDepok.com – Berita , Master sekolah kaum marjinal yang berlokasi di kota Depok saat ini diketahui tengah mengalami kekurangan dana untuk menjalankan kegiatannya sebagai salah satu sekolah yang menggratiskan para siswa siswinya mendapatkan pendidikan secara cuma cuma.

Agar dapat membantu meningkatkan kualitas para gurunya dan memenuhi sejumlah kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar, pendiri sekaligus pembina sekolah Master, Nurohim mengaku mendapatkan bantuan dana yang didapatkannya dari beberapa perusahaan dan beberapa donatur lainnya.

Meski demikian, jumlah pemasukan yang didapatkannya saat ini dirasakannya masih kurang dari jumlah pengeluaran setiap bulannya. Oleh sebab itulah Nurohim meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar mau membantu memberikan bantuan kepada sekolah Master agar dapat terus menjalankan visi misinya meningkatkan pendidikan di kota Depok.

“Para guru yang mengajar disini kan tidak digaji alias mengajar dengan gratis. Mereka mengajar dengan ikhlas dan sabar mendidik siswa siswi yang ada di sekolah ini dengan harapan bisa melihat mereka sukses dikemudian hari. Selain itu beban operasional seperti biaya listrik yang tinggi juga kami agak kewalahan. Hal inilah yang menjadi persoalan yang kami hadapi. Maka daripada itu saya memohon kepada Pemkot Depok agar mau memberikan dukungannya terhadap tenaga pengajar dan operasional sekolah master ini,” tuturnya, Minggu (01/05/2016).

Dari penjelasannya, tenaga pengajar yang didapatkannya saat ini berasal dari para relawan dan mahasiswa aktif serta guru setempat yang memang telah mengikhlaskan dirinya mengajar di sekolah tersebut yang kini jumlah siswa siswinya berjumlah sekitar 2.000 siswa. Ada beberapa tenaga pengajar yang bekerja dari pagi hingga malam hanya untuk mendidik anak anak yang bersekolah di sekolah Master.

Dari situlah Nurohim memohon dengan sangat kepada Pemkot Depok agar dapat memberikan bantuan operasional dan fasilitas penunjang lainnya agar sekolah Master dapat terus berjalan dengan baik dan dapat mendidik anak anak yang notabene berasal dari kalangan kurang mampu.

Meski kebanyakan siswa siswi yang belajar di sekolah tergolong kurang mampu, namun semangat dan tingkat kemauan untuk mengenyam kursi pendidikan tergolong tinggi. Hal tersebut dibuktikan oleh banyaknya siswa siswi lulusan sekolah Master yang telah berhasil melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Bahkan ada beberapa siswa yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke Universitas.

Dengan adanya peningkatan kualitas di sektor pengajarnya, Nurohim yakin sekolah Master dapat menjadi salah satu sekolah yang mampu menjalankan program pemerintah dengan baik yaitu mengentaskan buta aksara dan mengurangi jumlah siswa putus sekolah yang kebanyakan terjadi akibat tidak mampu lagi membayar uang pendidikan.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: