Meluncur di Bioskop Indonesia, Inilah Beda versi Film dan Komik Captain America: Civil War

Meluncur di Bioskop Indonesia, Inilah Beda versi Film dan Komik Captain America: Civil War

HarianDepok.com – Film , Setelah lama di nantikan para pecinta film pahlawan super, akhirnya telah tiba di bioskop Tanah Air, Film Captain America: Civil War sudah mulai tayang di Indonesia mulai hari ini (Rabu, 27/04/2016). Versi komiknya yang berjudul sama keluaran Marvel sudah rilis sejak Juli 2006. Agar penonton mendapat pengalaman berbeda, sutradara Joe dan Anthony Russo menyuguhkan sejumlah perbedaan dalam versi filmnya. Perbedaan tersebut sudah terlihat sejak cuplikan filmnya tayang perdana dalam program televisi “Jimmy Kimmel Live” (24/11/2015).

Misalnya komposisi yang memperkuat dua kubu pendukung Captain America dan Iron Man. Hank Pym alias Ant-Man dalam komik aslinya berada dalam Tim Iron Man, sedangkan Black Panther ada di sisi Tim Captain America. Dalam versi film, keduanya bertukar posisi. Stephen McFeely yang ditugaskan menulis naskah mengatakan sejumlah perubahan tersebut harus diambil.

Alasannya karena ia tidak mungkin menampung begitu banyak tokoh pahlawan super yang terlibat dalam versi komik “Civil War”, di antaranya Fantastic Four dan X-Men yang hak adaptasi filmnya dipegang studio lain. Tandem McFeely dalam menulis naskah, Christopher Markus, menambahkan bahwa sejak awal MCU punya visi berbeda dengan versi komik. Di dalam film, tidak ada pahlawan super yang identitasnya dirahasiakan.

Semua orang mengetahui siapa sosok di balik armor Iron Man. Juga pria berotot bernama Thor dengan jubah dan senjata berupa martil di tangan. Ini berbeda dengan versi komik yang semuanya masih serba tertutup dari publik. Berikut lima perbedaan antara versi film dan komik Captain America: Civil War dinukil dalam laman Screen Rant.

  1. Pemicu insiden perang sipil

Dalam komik, pertarungan antara kumpulan pahlawan super muda New Warriors melawan Nitro adalah pemicu pecahnya perang sipil antara sesama pahlawan super. Dalam pertarungan yang berlangsung di Stamford, Connecticut, AS, seluruh bangunan kota hancur dan 600 masyarakat sipil tewas. Kebanyakan korban adalah anak-anak.

New Warriors juga musuhnya Nitro tidak eksis dalam MCU. Pemicu pertarungan antara kubu Captain America dan Iron Man kemudian berasal dari kekacauan yang dilakukan The Avengers di Sokovia. Kota fiksi tersebut luluh lantak akibat pertarungan The Avengers melawan Ultron yang tersaji dalam Avengers: Age of Ultron (2015).

  1. Karakter yang terlibat

Hampir semua tokoh pahlawan super Marvel terlibat dalam komik “Captain America: Civil War”. Dalam versi film, hal tersebut sangat susah diakomodir. Selain karena menghabiskan banyak waktu dan ongkos produksi, persoalan hak cipta juga menjadi ganjalan.

Fantastic Four misalnya, punya peran besar dalam mendukung Tony Stark alias Iron Man yang pro terhadap Superhuman Registration Act (Undang-undang Registrasi Manusia Super). Namun empat jagoan tersebut tidak dihadirkan karena hak adaptasinya dimiliki 21st Century Fox. Pun kelompok mutant X-Men.

  1. Alasan Captain America menolak Superhuman Registration Act

Cerita asli mengisahkan bahwa ada banyak alasan mengapa Steve Rogers atau Captain America menolak ide Superhuman Registration Act. Salah satunya karena dampaknya berbahaya bagi para keluarga dan orang-orang terdekat para pahlawan super yang notabene adalah orang awam. Alasan lain Rogers karena dirinya tidak mau berada dalam pengawasan pemerintah. “Pada dasarnya, Cap adalah simbol kebebasan.

Ia tidak mewakili pemerintah. Ia mewakili idenya tentang menjadi agen-agen independen. Bukan mengikuti presiden,” ujar Mark Millar, penulis komik dilansir majalah All Film edisi April 2016 (halaman 39). Film Civil War masih menyertakan ide penolakan berdasar komik tersebut, namun juga mengorek sisi lain, yaitu hubungan emosional Captain America dengan sahabatnya Bucky Barnes alias Winter Soldier yang diburu pemerintah.

  1. Kubu yang dipilih

Dalam penjelasan sebelumnya, ada beberapa perubahan komposisi dalam kubu pendukung Captain America yang menentang Undang-undang Registrasi Manusia Super dengan kubu Iron Man sebagai pihak yang pro. Tim Captain America juga berisi Falcon, Winter Soldier, Hawkeye, Scarlet Witch, dan Ant-Man. Pada sisi berseberangan, tim Iron Man terdiri dari War Machine, Black Widow, Vision, Spider-Man, dan Black Panther.

Dua yang disebut terakhir adalah tokoh baru dalam MCU. Komposisi tersebut bertolak belakang dengan apa yang tersaji dalam komik. Black Widow merupakan teman akrab Captain America dan Hawkeye. Mengapa ia berubah haluan mungkin akan terjawab dalam film. Pun alasan mengapa Spider-Man yang mendukung Captain America tiba-tiba berada dalam kubu Iron Man.

  1. Pembuat Superhuman Registration Act

Organisasi yang mendorong disahkannya Superhuman Registration Act dalam komik adalah S.H.I.E.L.D. (Strategic Homeland Intervention, Enforcement and Logistics Division) yang bekerja di luar tanggung jawab pemerintah. Menilik cuplikan film dan sejumlah ulasan tentang film Captain America: Civil War, tampaknya peran S.H.I.E.L.D. digantikan oleh pemerintah melalui Jenderal Thaddeus Ross yang kali ini merupakan anggota Joint Counter Terrorism Center bersama Everett Ross (diperankan Martin Freeman).

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: