Proyek Jembatan Jatijajar Molor, Inilah Penyebabnya

Proyek Jembatan Jatijajar Molor, Inilah Penyebabnya

HarianDepok.com – Berita , Adanya dugaan kasus korupsi yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Kebangkitan, Arman Ksatria terkait pembangunan jembatan Terminal Jatijajar pada beberapa waktu lalu saat ini membuat pihaj Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok terpaksa harus menahan Viktor dengan alasan dikhawatirkan melarikan diri.

Setelah usai dilakukan penyelidikan oleh tim penyidik pada beberapa waktu lalu selama beberapa jam dengan belasan pertanyaan, Viktor langsung diamankan oleh petugas dengan memborgol kedua tangan Viktor serta membawanya ke mobil tahanan milik kejaksaan menuju ke Lapas Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor.

Kepala Kejakasaan Negeri (Kejari) Kota Depok, Yudha Purnawan mengatakan bahwa Viktor Mandjojo adalah salah satu kontraktor yang memenangkan lelang proyek jembagan masuk Terminal Bus Koya Depok, Jalan Raya Jakarta – Bogor, Jatijajar, Tapos dengan nilai proyek pembangunannya sebesar 5,6 miliar rupiah.

Meski sudah menerima uang muka (Down Payment) sebesar 20 persen dari total anggaran proyek yang disepakati sebesar 1,2 miliar rupiah, namun proyek pengerjaannya belum terselesaikan hingga batas waktu yang telah ditetapkan pada 20 Desember 2015 yang dimulai sejak Oktober 2015 silam.

“Kasus dugaan korupsi yang kami selidiki saat ini berfokus kepada proyek pembangunan jembatan masuk Terminal Bus Jatijajar yang berlokasi di Tapos, Depok. Proyek pembangunan yang tidak dikerjakan sampai batas waktu menjadi permasalahannya. Ya betul, kontraktornya Viktor Mandjojo. Saat ini Viktor kami telah tetapkan dirinya sebagai tersangka dengan total kerugian negara sebesar 1 miliar lebih,” tuturnya, Jum’at (22/04/2016).

Dari pengakuannya bahwa kasus korupsi yang melibatkan Viktor Mandjojo pada proyek Jembatan masuk Bus Terminal Jatijajar saat ini diduga ada keterlibatan dengan pihak lain. Untuk itu, pihaknya akan terus menyelidiki kasus dugaan korupsi tersebut sampai menemui titik terang.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) kota Depok, Manto mengatakan bahwa pihaknya dalam mengawasi proyek pembangunan Jembatan Utama Terminal Jatijajar yang berlokasi di Kecamatan Tapos langsung memutuskan proyek pembangunannya yang dikarenakan pemenang lelang tidak mengerjakan proyek tersebut sampai dengan waktu yang telah ditetapkannya hingga 20 Desember 2015.

“Pengerjaan proyeknya tidak selesai hanya sedikit sekali. kurang dari 5 persen. tapi sudah mengambil uang muka proyek sebesar 20 persen,” sebut Manto ketika dikonfirmasi wartawan.

Ia pun menjelaskan bahwa uang muka proyek yang telah dicairkan sewaktu yang bersangkutan sudah memegang Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dari Pejabat Pembuat Komiten (PPK) memang memungkinkan terjadi.

“PPK berhak untuk memutus kontrak dengan syarat dan ketentuannya diantaranya adalah yang bersangkutan harus mengembalikan uang muka sebesar 20 persen yang dipotong progres fisik. Setelah adanya pengembalian uang muka, nantinya perusahaan yang bersangkutan akan masuk dalam daftar blacklist selama kurun waktu 2 tahun dan ini berlaku di seluruh Indonesia,” tandasnya.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)