Wakil Walikota Depok Akan berlakukan Penggunaan Identitas Supir Di Dalam Angkot

Wakil Walikota Depok Akan berlakukan Penggunaan Identitas Supir Di Dalam Angkot

HarianDepok.com – Berita , Peristiwa perampokan dengan menggunakan kekerasan yang dilakukan kepada salah seorang pedagang sayur yang ada di kota Depok pada beberapa waktu lalu saat ini kasusnya masih terus dalam penyelidikan oleh petugas yang kini telah mengantongi identitas pelaku dan telah menjadi buruan para petugas kepolisian.

Diketahui bahwa S yang pada saat itu hendak melakukan aktivitas sehari harinya berdaganv sayur di salah satu pasar di kawasan kota Depok dipaksa menyerahkan sejumlah barang berharganya kepada perampok yang juga sebagai supir angkutan umum D03 dengan juruaan Depok – Parung.

Usai mendapatkan barang yang diinginkan, korban yang tidak berdaya justru dilemparkan dari atas fly over yang berlokasi di Jalan Arif Rakhman Hakim hingga terjatuh ke tanah dan meninggalkan sejumlah luka serius di bagian kepala dan tubuh korban. Korban yang terluka tersebut, langsung mendapatkan pertolongan dari warga sekitar yang membawanya ke rumah sakit terdekat guna diberikan pertolongan medis.

Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna dalam menanggapi adanya peristiwa naas tersebut mengaku akan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku dan supir ilegal yang kerap memanfaatkan hal hal tersebut sehingga merugikan dan meresahkan masyarakat. Hal ini dikarenakan imbas dari adanya aksi kriminal yang terjadi di dalam angkutan umum yang diduga melibatkan supir angkutan umum.

Agar dapat memberikan kenyamanan dan ketertiban di lingkungan jasa layanan transportasi umum di kota Depok, Pradi menginginkan agar seluruh pengemudi angkutan umum diwajibkan untuk menggunakan kartu identitasnya yang terpasang juga di dalam angkot.

“Kedepannya, disetiap angkot akan ada nama, foto serta alamat para pengemudinya. Selain itu nomor polisi mobil angkot yang dipakainya itu juga akan dibubuhkan di tempat identitas pengemudi sehingga para penumpang dapat dengan mudah mengetahui siapa nama supir berikut nomor polisi kendaraan,” tuturnya, Minggu (17/04/2016).

Selain dapat memberikan rasa nyaman dan aman, hal tersebut juga dapat mempermudah masyarakat dalam pengaduannya kepada pihak yang berwajib apabila ada hal yang tidak diinginkan seperti kasus yang menimpa S salah seorang tukang sayur yang dilempar jatuh dari atas fly over. Apabila hal tersebut tidak diindahkan oleh para pengendara angkutan umum, maka Pradi menegaskan akan mengancam menyita angkutan tersebut.

“Hal ini bisa menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi oleh para pemilik angkutan umum apabila mereka ingin melakukan uji KIR,” ujarnya.

Dari penjelasannya bahwa kebanyakan yang terjadi saat ini adalah adanya kesimpang siuran antara mobil dengan supir aslinya yang kerap berganti gantian dengan supir tembak sehingga menyebabkan lemahnya tanggung jawab terhadap kendaraan tersebut. “Angkot itu bergantian dikasih ke supir tembak, surat surat juga banyakan yang enggak lengkap,” jelasnya.

Maka daripada itulah, Pradi atas adanya peristiwa yang membawa salah satu warganya ke rumah sakit karena peristiwa perampokan di dalam angkutan umum membawa dirinya untuk mendorong para pengelola Organda agar membuat data angkot yang beroperasi di wilayah kota Depok  sebanyak kurang lebih 3.000 unit dengan maksud agar dapat mencegah terjadinya kembali peristiwa perampokan dan tindakan kriminal lainnya di dalam angkot.

“Hal seperti ini yang harus dan perlu untuk diperhatikan agar jangan ada lagi warga kita yang menjadi korban,” tandasnya.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: