Petugas Parkir Liar Bertebaran di Kawasan Stasiun Depok Baru

Petugas Parkir Liar Bertebaran di Kawasan Stasiun Depok Baru

HarianDepok.com – Berita , Tahapan proses yang masih dikaji oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok terkait biaya retribusi di kawasan Stasiun Depok Baru mendapatkan persoalan baru yang dimana lahan tersebut kerap dimanfaatkan oleh oknum nakal mendapatkan uang. Hal tersebut terjadi lantaran di kawasan tersebut tidak diketemukannya petugas yang mengelola sehingga mengakibatkan pungutan liar tersebut berlangsung.

Walaupun ada penegasan bahwa di kawasan tersebut seluruh kendaraan bebas untuk memarkirkan kendaraannya selama proses perizinannya berjalan, namun tetap saja sejumlah oknum nakal nekat memungut bayaran kepada sejumlah para pengendara yang memarkirkan kendaraannya seenaknya.

Bagian Humas PT Reksa Multi Utama, Nyoman S dalam tanggapannya mengenai perihal tersebut mengatakan bahwa pihaknya memang telah mengetahui kejadian tersebut, namun lantaran adanya keterbatasan wewenang pihaknya, maka mau tidak mau Nyoman tidak bisa berbuat banyak.

“Iya saya tahu tentang oknum-oknum yang narikin duit. Tapi itu bukan pihak kami ya, bukan KAI juga. Cuma kita nggak bisa apa-apa, mereka banyak,” jelas Humas PT Reksa Multi Utama, Nyoman S, Minggu (17/04/2016).

Dari informasi yang didapatkan bahwa keadaan tersebut terjadi dikarenakan PT Reksa Multi Utama yang selaku anak usaha PT KAI yang sampai dengan saat ini diberikan wewenang sebagai pemegang kendali parkiran  di Stasiun Depok Baru belum mengatongi izin tertulis dari Pemkot Depok.

Sehingga mengakibatkan lahan parkir yang berada di kawasan tersebut menjadi tak bertuan yang langsung dimanfaatkan oleh sejumlah oknum nakal meraup keuntungan pribadi. Dari penjelasannya bahwa biaya tarif termahal yang biasa dikenakan oleh setiap pengendara yang memarkirkan kendaraannya sebesar 8.000 rupiah. Biaya tersebut berlaku ri seluruh lahan parkir yang berada di kawasan Stasiun Kereta.

“Dari kebijakan yang dikeluarkan oleh PT KAI bahwa parkiran yang berada di kawasan tersebut sudah diberlakukan secara gratis alias tidak dipungut biaya speserpun sejak Februari 2016 lalu. Tapi, baru berjalan selama satu minggu keadaan tersebut berubah total 180 derajat yang dimanfaatkan langsung oleh oknum nakal,” terangnya.

Menurut informasi yang didapatkan dari petugas parkir liar yang tidak mau disebutkan namanya bahwa pihaknya dalam memberlakukan tarif kepada para pengendara kendaraan yang memarkirkan kendaraannya bervariasi antara 5.000 hingga 15.000 rupiah setiap harinya yang dimana tarif tersebut dimaksudkan sebagai biaya menjaga kendaraan.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

Tags:
author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)