Polresta Depok Kembali Jalankan Test Urine Kepada Para Anggotanya

Polresta Depok Kembali Jalankan Test Urine Kepada Para Anggotanya

HarianDepok.com – Berita , Kepolisian kota Depok baru baru ini telah melakukan tes urine kepada sejumlah anggotanya sebanyak 117 orang yang dilaksanakan pada 13 April 2016 kemarin. Tes urine yang diselenggarakan oleh Polresta Depok kali ini dimaksudkan untuk melihat penyalahgunaan narkoba di institusi kepolisian.

Menurut data yang dikutip dari Tempo, Kepala Satuan Narkoba Polresta Depok, Komisaris Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa pihaknya dalam menanggulangi peredaraan narkoba di tubuh internalnya akan selalu serius menanganinya dengan melakukan pengecekan terhadap penggunaan narkoba secara rutin.

Menurut pengakuannya bahwa sampai dengan saat ini negara Indonesia dikategorikannya sebagai negara gawat narkoba. Untuk itu pihaknya akan terus mengkampanyekan pemberantasan narkoba, baik itu di seluruh jajaran kepolisian kota Depok hingga kepada di kalangan umum dengan harapan dapat menekan peredaran narkoba dan penggunaannya secara ilegal.

“Pihak kami juga akan terus melakukan Operasi Bersinar dan mengkampanyekan dampak kerugian yang ditimbulkan oleh narkoba,” tuturnya, Minggu (17/04/2016).

Dalam kegiatan tes urine yang dilakukan oleh pihaknya kali ini dilakukan tidak terlebih dahulu menerbitkan pemberitahuan. Hal ini dimaksudkan agar para pengguna narkoba tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri dari kegiatan tes narkoba. Apabila ada anggota yang terbukti melakukan tindakan penggunaan narkoba secara ilegal, maka akan ditindak lanjuti dan diserahkan ke Divisi Profesi dan Pengamanan Polresta Depok.

Putu menjelaskan bahwa di kota Depok saat ini amatlah sangat membutuhkan perhatian khusus dalam mencegah dan mengantisipasi adanya peredaran narkoba. Pasalnya, wilayah kota Depok yang memiliki posisi amat strategis amat sangat kerap dimanfaatkan oleh para pengedar narkoba sebagai jalur pendistribusiannya.

“Besarnya potensi yang ada di wilayah kota Depok dalam mendistribusikan narkoba menjadi salah satu hal yang kami waspadai terutama di lingkungan sekolah yang dimana banyak dimanfaatkan oleh para pelaku untuk mendistribusikan narkoba. Beberapa jenis narkoba yang kerap kami temukan pada saar penangkapan diantaranya ganja dan sabu sabu,” katanya.

Putu juga mengatakan bahwa ada beberapa jenis narkoba yang sampai dengan saat ini keberadaannya masih dijual bebas di pasaran seperti tembakau cap Gorila yang diindikasikan oleh pihaknya dapat membuat para penggunanya menjadi ketagihan dan mabuk seperti layaknya menggunakan narkoba. Namun pihaknya dalam menertibkannya masih terkendala oleh belum adanya aturan yang melarang tembakau cap Gorila beredar dipasaran.

Meski demikian, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak terkait mengenai permasalahan tersebut agar dapat diselesaikan secepat mungkin karena hal tersebut merujuk kepada adanta instruksi dari Presiden Indonesia yang menyatakan perang terhadap narkoba.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: