JPO di Depok Masih Minim, Ini Jawaban Walikota Depok

JPO di Depok Masih Minim, Ini Jawaban Walikota Depok

HarianDepok.com – Berita , Kurangnya fasilitas sarana penunjang para pejalan kaki yang dimiliki oleh kota Depok seperti Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) hingga kini menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh para pedestrian yang banyak mengaku terpaksa menyebrang di sembarang tempat meskipun harus mempertaruhkan nyawanya demi menyebrang.

Hal ini bukan saja terjadi di tahun ini saja, melainkan sudah berjalan sejak lama. Tak ayal ada beberapa pedestrian pun yang menjadi korban terserempet atau tertabrak oleh kendaraan yang melintas. Meski ada beberapa zebra cross yang terlihat di beberapa titik di sejumlah jalan protokol kota, namun jumlah serta letak yang kurang strategis menjadi kendala lain bagi pedestrian sehingga menambah serentetan keluhan dari masyarakat yang berharap akan adanya JPO.

Menanggapi adanya permasalahan tersebut, Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan bahwa ada beberapa masalah yang dihadapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam merealisasikan pembangunan JPO baru di kotanya yang kebanyakan masalah itu lebih cenderung ke arah teknis pelaksanaannya. Hal tersebut diungkapkannya langsung pada saat dirinya menghadiri acara bincang santai bersama netizen yang digelar di lingkungan Institut Musik Jalanan pada Sabtu 09 April 2016 kemarin.

Dari pemaparannya bahwa untuk anggaran pengadaan JPO baru untuk wilayah kota Depok, Gubernur Jawa Barat sudah menyediakan sejumlah dana sejak tahun 2013 yang silam untuk membangun JPO baru sebanyak 10 unit. Meski demikian, dirinya mengatakan bahwa Gubernur hanya dapat membantu konstruksi jembatan saja, namun untuk pengadaan lahan masih harus ditangani oleh pihaknya sendiri.

Permasalahan itulah yang hingga kini masih menjadi kendala yang dihadapi oleh Pemkot Depok dalam rencananya menjalankan proyek pembangunan JPO baru di kotanya. Menurut penjelasannya bahwa sampai dengan saat ini, pihaknya masih terkendala dengan banyaknya masyarakat yang enggan untuk menjual lahannya kepada Pemkot Depok yang dikarenakan oleh beberapa faktor.

“Rata rata dari para pemilik lahan yang berada di Jalan Margonda Raya, mereka tidak mau menjual tanahnya. Padahal Pemkot Depok sudah menganggarkan dana pembebasan lahan sejak 2013 lalu guna membeli sebidang tanah seluas 50 meter persegi untuk satu kaki jembatan,” tuturnya, Senin (11/04/2016).

Dari penjelasannya yang lain, Idris pun mencontohkan bahwa D’Mall yang dengan sukarela memberikan sedikit lahannya secara cuma cuma untuk dibangun JPO justru terkendala dengan lahan yang berada di seberangnya yang diketahui enggan untuk menjual tanah mereka meskipun mereka telah mengetahui bahwa pembebasan lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan fasilitas umum seperti JPO.

“Kendalanya ya itu, yang diseberangnya yang gak mau dibeli tanahnya,” bebernya.

Hal yang serupa pun juga terjadi di beberapa titik lokasi yang sudah direncanakan Pemkot Depok untuk membangun JPO dikotanya. Maka daripada itulah sampai dengan saat ini rencana pembangunan JPO di wilayah kota Depok belum terlaksana yang dikarenakan masih banyaknya para pemilik lahan yang enggan menjual tanahnya.

Meski demikian, sampai dengan saat ini pihaknya masih terus berupaya keras agar dapat membebaskan lahan lahan yang rencananya akan diperuntukkan membangun JPO. Ini dikarenakan oleh sudah terprogramnya pembangunan JPO oleh Pemkot Depok.(Izl)

[ MuhammadKhotib/HD ]

Tags: