PPDB di Depok Tahun 2016 Ini Akan di Kawal Secara Ketat

PPDB di Depok Tahun 2016 Ini Akan di Kawal Secara Ketat

HarianDepok.com – Berita , Guna menghindari akan adanya kegiatan penggelapan dan jual beli kursi di Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khususnya bagi siswa yang kurang mampu, Yayasan Depok Unggul Bersama (YDUB) berencana akan terus mengawal ketat PPDB yang berjalan agar tidak diselewengkan oleh sejumlah oknum nakal yang mencari keuntungan pribadi semata.

Melihat PPDB di tahun 2015 lalu yang sempat mengalami kendala, YDUB kota Depok pun berinsiatif melaksanakan pengawalan secara ketat sehingga apabila terjadi suatu kendala, baik itu hal yang diakibatkan oleh sistem sampai dengan adanya permainan gelap dapat segera terungkap dengan jelas.

Ketua YDUB, Adin H Dawih mengatakan bahwa pihaknya pernah mendapati adanya beberapa kursi yang tidak mengikuti sistem yang berlaku yang dimana kursi tersebut diamanahkan untuk siswa siswi sekolah yang berasal dari keluarha yang kurang mampu agar dapat terus bersekolah dan bisa masuk ke sekolah negeri.

“Banyak kami jumpai kuota 20 persen ini tidak mengikuti sistem yang berlaku, padahal itu niat baik pemerintah Kota untuk memberikan kesempatan bagi siswa dari kalangan tidak mampu agar bisa masuk ke sekolah negeri,” ujarnya, Minggu (10/04/2016).

Selain akan mengawal ketat PPDB di tahun 2016 ini, YDUB juga akan turut mengawasi serta memperingati seluruh stakeholder pendidikan agar dapat terus memperhatikan kuota 20 persen kursi yang diperuntukkan untuk siswa siswi berprestasi yang tidak mampu agar dapat jatuh kepada yang berhak dan tidak disalahgunaan dan diperjual belikan.

“Kami akan memberikan referensi kepada pimpinan tertinggi di Kota Depok, bagaimana orang-orang yang bertanggungjawab di Dinas terkait agar ke depannya tidak ada penyalahgunaan dari kuota 20 persen itu,” terangnya.

Selain daripada itu, YDUB menghimbau kepada seluruh masyarakat terkait agar dapat berperan aktif memantau perkembangan PPDB di tahun 2016 agar dapat berjalan dengan baik. Selain itu, pihaknya pun dengan tegas meminta kepada masyarakat agar tidak segan segan melaporkan akan adanya sejumlah kegiatan jual beli kursi kepada pihaknya agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Kuota 20 persen bukan masalah cukup atau tidak cukup, persoalannya bagaimana kuota 20 persen itu tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Kalaupun 20 persen itu tepat sasaran, kami rasa sudah maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Walikota Depok, Idris Abdul Shomad mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan komitmen bersama sama dengan sejumlah lembaga pengambil kebijakan agar PPDB di tahun 2016 ini dapat berjalan dengan baik dan tidak disalahgunakan oleh sejumlah oknum.

“Tentunya komitmen tersebut dilakukan kepada mereka yang memiliki perhatian, kebijakan dan memiliki nurani untuk kesejahteraan dunia pendidikan yang berkeadilan dan pemerataan bagi seluruh masyarakat Depok. Hal itu penting untuk tidak melakukan titipan apapun,” terangnya singkat.(Izl)

[ AndriIdaman/HD ]

author

Author: 

"Sesempurna apa pun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan.” (Internet Marketers & Publisher)