Inilah Penyebab Ratna Sarumpaet Menentang Ahok

Inilah Penyebab Ratna Sarumpaet Menentang Ahok

detik.com

HarianDepok.com – Berita – Nasional , Ratna Sarumpaet dulu merupakan pengagum dan pendukung Basuki Tjahaja Purnama ketika menjadi pasangan Joko Widodo dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Saking dekatnya Ratna dengan Ahok yang saat ini menjabat Gubernur DKI menggantikan Jokowi, pernikahan putri Ratna yaitu Atiqah Hasiolan pun dapat dilangsungkan di Pulau Seribu, salah satu kawasan wisata DKI Jakarta. Akan tetapi,  Ratna kini menjadi salah satu penentang Ahok paling depan.

Pada Senin kemarin (11/04/2016), ketika Pemprov DKI hendak menggusur kampung Pasar Ikan dan Kampung Aquarium di Jakarta Utara, Ratna tampil membela warga. Ratna menampik bila kritik keras yang dilontarkannya selama ini kepada pemprov DKI lantaran ketidaksukaannya secara pribadi kepada Ahok. Menurut Ratna pada awalnya ia berhubungan baik dengan mantan Bupati Belitung Timur tersebut.

Tahun 2012, Ahok pernah mendatangi rumah Ratna meminta dukungan untuk maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Joko Widodo. Ratna mengaku mulai muncul ketidaksukaan pada Ahok pada saat kegiatan keagamaan Idul Qurban tahun 2014. Ahok menurut Ratna justru tidak menghormati keberagaman dengan melarang pemotongan hewan qurban di sembarang tempat dan harus di RPH (Rumah Potong Hewan). Ketidaksukaan tersebut ditambahlagi saat kasus penggusuran Kampung Pulo, Jakarta Timur.

Menurut Ratan, Ahok tidak bisa memberikan alasan yang kuat dalam melakukan penggusuran Kampung Pulo ketika itu. Manurut Ratna, kekurangan ahok yang paling mendasar adalah antikritik. Mereka yang mengkritik langsung dicap sebagai musuh. “Pak Ahok menurut saya apabila dibilang salah dia akan marah besar. Menurut saya seperti itu kurang tepat. Manusia itu pasti ada salah salahnya lah. Dari situ lah kita belajar,” katanya.

Ratna mengaku sadar Ahok memiliki watak yang keras. Namun bukan berari dengan watak keras tersebut tidak dapat berdialog dengan warganya. Menurut Ratna, ia pun juga berwatak keras, namun dalam membahas atau menyelesaikan persoalan, membuka ruang dialog. “Bukan berarti saya selalu benar ya dan bukan berarti pak Ahok benar juga ya, tapi itu kan bisa didialogkan. Jangan kita kritik, kemudian kita dicoret dari daftar teman,” pungkas Ratna.

[ TaufikHidayat/HD ]

Tags:
author

Author: 

Writer and Author In HarianDepok